Aparat Gabungan Razia Rumah Penampungan Imigran di Pekanbaru
Kamis, 13 Agu 2026, 16:20 WIBPEKANBARU -- Aparat gabungan yang dikoordinir Kantor Wilayah Direktorat Jendral Imigrasi Riau melakukan razia dan pengawasan ke sejumlah community house (CH) atau rumah penampungan imigran di Kota Pekanbaru.
Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Riau Agung Prianto mengatakan operasi gabungan ini pertama kali dilakukan di Pekanbaru digagas oleh Kepala Rumah Detensi Imigrasi Pekanbaru sebagai tindak lanjut dibentuknya Forum Komunikasi Penanganan Detainee dan Pengungsi (Forkopdensi).
"Operasi ini akan dilakukan secara rutin untuk mewujudkan Kota Pekanbaru yang lebih nyaman dan aman salah satunya agar pelanggaran pengungsi dapat ditekan sehingga masyarakat aman tidak terganggu dengan pengungsi dari luar negeri," katanya di Pekanbaru, Rabu malam.
Dalam razia tersebut, kata dia, aparat gabungan yang meliputi unsur TNI, Polri, Basarnas, Pemerintah Kota Pekanbaru mulai dari Kesatuan Bangsa Politik, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Pendidikan, hingga Dinas Pemadaman Kebakaran itu mendatangi empat CH di Kota Pekanbaru
Dalam razia itu CH yang pertama yang didatangi adalah Wisma Orchid yang berisi 100 lebih pengungsi asal Afganistan dan Palestina. Aparat mendata para pengungsi yang menguasai kendaraan roda empat dan roda dua.
"Sekarang banyak yang berkendara dan dipastikan tidak punya surat izin mengemudi. Ini kita imbau kalau berkendara roda dua harus pakai helm. Kalau tindakan kriminal lain belum ada" ujarnya.
Selain itu juga ditemukan pengungsi di CH tersebut yang berjualan. Satpol PP Pekanbaru dalam kegiatan itu turut memberikan pengarahan seperti tidak berjualan di atas trotoar.
Pada lokasi kedua di Siak Resor ditemui belasan pengungsi dari Sudan, beberapa dari Afganistan dan satu dari Pakistan. Di sini juga diberikan arahan agar tidak berkendara dan patuh terhadap waktu keluar masuk.
Selanjutnya di CH Asqiya di Simpang Tiga yang juga dihuni ratusan pengungsi dari Afganistan. Di sini khusus bagi yang masih lajang diminta untuk lebih menjaga kebersihan.
Terakhir aparat mendatangi tempat penampungan pengungsi paling banyak yakni dari etnis Rohingya sebanyak 570 orang. Lokasinya dekat dengan Rudenim Pekanbaru dan hanya disediakan tanah oleh International Organization for Migration.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Profesor ITS Buat Material Baru, Sulap Emisi Karbon Jadi Energi Alternatif
-
Brasil Waspadai sang Predator Norwegia, Erling Haaland
-
Sepatu Lari di Jakarta Fair Kemayoran 2026: League Hadirkan Promo Beli 1 Gratis 1
-
Marine Le Pen Maju di Pilpres
-
Korban Tewas Krisis Imigran Ceuta Tembus 67 Orang, Spanyol Kritik Solidaritas Uni Eropa dan Bangun Penghalang di Laut
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.