Pakar: Pemanasan Global adalah Ancaman Keamanan

Rabu, 23 Apr 2025, 02:45 WIB

PARIS – Mulai dari bagaimana menanggapi bencana cuaca hingga meningkatnya persaingan di Kutub Utara yang menghangat dengan cepat, militer dihadapkan pada perubahan iklim dan tidak dapat membiarkannya menjadi “titik buta” strategis. Hal itu diutarakan para pakar keamanan belum lama ini.

Kekhawatiran telah berkembang baru-baru ini bahwa aksi iklim sedang dikesampingkan ketika Eropa meningkatkan pertahanan dan AS mundur dari sekutu dan komitmen hijau.

Ket. Foto: Erin Sikorsky, Direktur Pusat Iklim dan Keamanan AS — Sumber: Istimewa

Tetapi kementerian pertahanan telah menggarisbawahi bahwa pemanasan planet bisa menimbulkan tantangan keamanan nasional yang besar, dan militer perlu beradaptasi untuk menanggapi ancaman yang berkembang ini.

“Anda tidak bisa lepas dari semua ini. Iklim tidak peduli siapa presiden atau apa tujuan politik Anda saat ini,” kata Erin Sikorsky, direktur Pusat Iklim & Keamanan yang berbasis di Washington DC. “Semua itu akan terjadi dan militer perlu dipersiapkan,” imbuh dia.

Di AS, di mana pemerintahan Presiden Donald Trump telah menghapus pemanasan global dari situs-situs pemerintah, penilaian ancaman intelijen terbaru tidak menyebutkan perubahan iklim.

Sikorsky mengatakan ini meninggalkan kesenjangan strategis yang penting, terutama ketika datang ke negara adikuasa energi terbarukan Tiongkok dan perlombaan untuk supremasi di Kutub Utara, di mana hilangnya es laut membuka jalur pelayaran dan akses ke sumber daya.

“Apa yang saya khawatirkan, sebagai seseorang yang bekerja di keamanan nasional untuk waktu yang lama, ini adalah titik buta ini membahayakan AS,” kata dia.

Di Eropa, invasi Russia ke Ukraina memicu kekhawatiran keamanan energi dan mempercepat ambisi energi terbarukan banyak negara. Tetapi dalam beberapa bulan terakhir negara-negara telah memangkas bantuan pembangunan internasional, membuat anggaran iklim dipertanyakan ketika prioritas pengeluaran beralih ke pertahanan dan perdagangan.

Dampak dan Konsekuensi

Sementara itu dalam laporan September lalu, Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan dampak kemanusiaan terhadap iklim terus memiliki konsekuensi yang luas, memberikan tekanan signifikan pada masyarakat dan ekonomi dan mengancam keberadaan beberapa negara.

Terkait hal ini, Sikorsky menegaskan bahwa suhu ekstrem dapat membahayakan kesehatan tentara dan bahkan mengurangi jumlah kargo yang dapat dibawa pesawat. Sikorsky pun menegaskan bahwa militer memang tidak diharuskan melaporkan emisi gas rumah kaca mereka, sehingga kontribusi langsung mereka terhadap pemanasan global tidak diketahui secara pasti.

Tetapi laporan 2024 oleh Uni Eropa memperkirakan jejak karbon tentara dunia bisa 5,5 persen dari emisi global. Bahkan menurut laporan Greening the Armies, Pentagon sendiri menghasilkan lebih banyak emisi daripada negara-negara seperti Portugal atau Denmark.

Menurut sebuah studi tahun 2019, tentara AS mengkonsumsi sekitar satu galon bahan bakar per tentara per hari dalam Perang Dunia Kedua. Selama Perang Teluk 1990-91 sekitar empat galon, dan pada 2006 melonjak menjadi sekitar 16 galon dalam operasi AS di Irak dan Afghanistan. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.