Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani Lampung Dapat Bantuan Alat Pengering Senilai Rp10 Miliar dari Pemprov

📅 Selasa, 22 Apr 2025, 20:38 WIB | Oleh:
Petani Lampung Dapat Bantuan Alat Pengering Senilai Rp10 Miliar dari Pemprov Doc: Antara Foto
Ket. Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Pada tahap awal ini sebanyak 24 unit alat pengering kapasitas 20 ton akan didistribusikan ke berbagai desa.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung telah mengalokasikan anggaran sebanyak Rp10 miliar untuk membantu pengadaan alat pengering bagi petani di daerah ini.

"Pemerintah sudah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp10 miliar untuk bantuan alat pengering atau dryer. Pada tahap awal ini sebanyak 24 unit alat pengering kapasitas 20 ton akan didistribusikan ke berbagai desa," ujar Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela berdasarkan keterangannya, di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan bantuan alat pengering tersebut juga akan menyasar berbagai daerah, termasuk wilayah yang belum memiliki fasilitas pengeringan seperti di Suoh, Kabupaten Lampung Barat.

"Salah satunya yang memang tidak ada fasilitas dryer itu ada di Lampung Barat, Suoh. Di sana ada lumbung padi akan tetapi tidak ada dryernya," katanya.

Dia menjelaskan bantuan dryer itu tidak hanya diperuntukkan bagi komoditas padi, tetapi juga untuk pengeringan hasil pertanian lainnya seperti jagung dan kakao.

"Diharapkan dengan adanya alat ini, petani dapat memperpanjang masa simpan hasil panen dan menjualnya dengan harga yang lebih menguntungkan," ujar dia.

Ia pun menekankan pentingnya penguatan hilirisasi pertanian di Provinsi Lampung, agar nilai tambah dari hasil pertanian dapat dinikmati oleh petani lokal.

"Selama ini hilirisasi ini ada di luar Lampung, sehingga Gubernur menginisiasi program ini agar hilirisasi ada di Provinsi Lampung. Ke depan kita berharap agar petani ketika panen sudah menjual berasnya, bukan lagi menjual gabah," katanya lagi.

Menurut dia, melalui program tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi pertanian, mengatasi tantangan pascapanen, serta mendorong kesejahteraan petani di seluruh wilayah Lampung.

Selain membantu penyediaan alat pengering, Pemprov Lampung juga terus berupaya memperkuat hilirisasi sektor pertanian melalui program penyediaan Pupuk Organik Cair (POC).

Gudang POC di Microba Center Lampung saat ini memiliki kapasitas produksi 80 ton POC yang mampu memenuhi kebutuhan pupuk untuk dua kali masa tanam.

Sebanyak 500 gabungan kelompok tani (gapoktan) yang menaungi 190.851 petani di 15 kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung dengan total luas lahan 175.788 hektare akan menerima distribusi pupuk ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Luar Negeri
AS Gelar G20 di Tengah Gejo...
Daerah
Karawang Makin Jadi Magnet ...
Nasional
OTT KPK di ATR/BPN Terungka...
Nasional
KPK Menyita 20 Koper dari O...
Advertisement
Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.