Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketegangan Dagang Meningkat, Rupiah Kembali Tertekan

📅 Selasa, 22 Apr 2025, 16:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ketegangan Dagang Meningkat, Rupiah Kembali Tertekan Doc: ANTARA FOTO/Fathul Habib Sholeh.
Ket. Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing, Jakarta, Selasa (8/4/2025).

JAKARTA - Rupiah kembali tertekan hari ini, menyusul meningkatnya tensi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Karenanya, pelemahan rupiah harus diwaspadai, jangan sampai berlarut-larut. 

Dampak yang akan terjadi saat nilai tukar rupiah melemah pertama adalah memicu krisis bagi para pengusaha, terutama mereka yang bergerak di sektor ekspor dan impor. Melemahnya rupiah bisa membuat pengusaha yang bertransaksi impor bakal mengalami kerugian.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Selasa (22/4) di Jakarta melemah sebesar 53 poin atau 0,32 persen menjadi Rp16.860 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.807 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa (22/4) sore juga melemah ke level Rp16.862 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.808 per dolar AS.

Pengamat mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi menganggap pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi peningkatan ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok.

“Tiongkok mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara yang mempertimbangkan perjanjian perdagangan dengan AS yang dapat merugikan kepentingan Tiongkok,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Kementerian Perdagangan Tiongkok disebut menyatakan bahwa AS menggunakan tarif dan sanksi moneter untuk memaksa negara-negara membatasi perdagangan mereka dengan Negeri Tirai Bambu. Tiongkok menilai tekanan dari AS tersebut merugikan kepentingannya, sehingga akan mendorong tindakan balasan.

“Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan dalam konflik perdagangan Tiongkok-AS yang sedang berlangsung, yang telah menyebabkan AS mengenakan tarif hingga 145 persen pada barang-barang Tiongkok, yang menyebabkan Tiongkok mengenakan bea masuk balasan (sebesar 125 persen),” ujar Ibrahim.

Di sisi lain, pasar khawatir terhadap kebijakan moneter AS pascaPresiden Donald Trump berencana merombak Federal Reserve (The Fed) dan memecat Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell. Hal ini disebabkan keinginan Trump untuk menurunkan suku bunga dengan mengatakan ekonomi AS dapat melambat apabila The Fed tak segera memangkas suku bunga.

Adapun Powell sendiri menilai Bank Sentral AS tak ada kecenderungan untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat dengan alasan kemungkinan tekanan inflasi dan ketidakpastian ekonomi yang berasal dari kebijakan tarif AS.

“Perkembangan ini telah memicu kekhawatiran tentang independensi Fed, yang mengirimkan riak ke pasar keuangan,” kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

19 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...

El Clasico Jadi Laga Superman Kontra Batman

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
El Clasico Jadi Laga Superm...

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.