Tiongkok akan Menentang Kesepakatan Apa Pun antara AS dan Negara Lain yang Merugikan Mereka
📅 Senin, 21 Apr 2025, 13:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: AFP
BEIJING - Tiongkok pada Senin (21/4) mengatakan pihaknya akan dengan tegas menentang negara lain yang membuat perjanjian dagang dengan Amerika Serikat (AS) dengan mengorbankan Beijing, dan memperingatkan akan mengambil "tindakan balasan" terhadap mereka.
Tiongkok akan mengambil tindakan balasan dengan cara yang tegas dan timbal balik jika ada negara yang mengupayakan kesepakatan semacam itu, kata kementerian perdagangannya, menanggapi berita tentang pemerintahan Trump yang bersiap menekan negara lain untuk membatasi perdagangan dengan Tiongkok sebagai imbalan atas pengecualian tarif dari AS.
Sementara negara-negara lain di dunia telah dikenai tarif sebesar 10 persen, Tiongkok menghadapi pungutan hingga 145 persen atas banyak produk. Beijing telah menanggapinya dengan mengenakan bea masuk sebesar 125 persen atas barang-barang AS.
Sejumlah negara sekarang terlibat dalam negosiasi dengan AS untuk menurunkan tarif, paralel dengan perang dagang penuh Washington DC terhadap pesaing ekonomi utama AS, Tiongkok.
Tiongkok menghormati semua pihak yang menyelesaikan perbedaan ekonomi dan perdagangan dengan AS melalui konsultasi secara setara, tetapi memperingatkan negara-negara lain agar tidak mencari kesepakatan dengan AS yang mengorbankan kepentingannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Penenangan tidak akan mendatangkan perdamaian, dan kompromi tidak akan dihormati," kata juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok dalam sebuah pernyataan.
"Mencari kepentingan pribadi yang egois dan sementara dengan mengorbankan kepentingan orang lain sama saja dengan mencari kulit harimau," kata Beijing.
Pendekatan itu, demikian peringatannya, pada akhirnya akan gagal di kedua belah pihak dan merugikan orang lain.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tiongkok dengan tegas menentang pihak mana pun yang mencapai kesepakatan dengan mengorbankan kepentingan Tiongkok," kata juru bicara tersebut. "Jika situasi seperti itu terjadi, Tiongkok tidak akan pernah menerimanya dan akan dengan tegas mengambil tindakan balasan."
Tiongkok bertekad dan mampu melindungi hak dan kepentingannya sendiri, kata kementerian tersebut. CNA/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!