Bersiaplah! Program Transmigrasi Patriot Kembali Bergulir Akhir Mei
📅 Senin, 21 Apr 2025, 19:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Istimewa.
JAKARTA - Meningkatkan kapasitas masyarakat di daerah transmigrasi sangat pentin dilakukan. Pendidikan, kesehatan, dan wawasan yang lebih baik akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup keluarga dan komunitas transmigran.
Masyarakat yang berdaya akan menjadi motor penggerak pembangunan daerah transmigrasi, menjadikannya pusat pertumbuhan ekonomi baru. Ketika masyarakat sudah memiliki kapasitas yang baik, mereka tidak lagi bergantung pada bantuan terus-menerus, melainkan mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan bahwa Kementerian Transmigrasi (Kementrans) tengah mematangkan pelaksanaan Program Transmigrasi Patriot yang pendaftarannya direncanakan untuk dibuka pada akhir Mei 2025.
“Rencananya, untuk pendaftarannya akhir Mei, mudah-mudahan, karena kami ingin ini semua prosesnya matang,” ujar M. Iftitah Sulaiman Suryanagara di Jakarta, Senin (21/4).
Ia mengatakan bahwa salah satu hal yang tengah difinalisasi adalah terkait anggaran, mengingat Kementerian Transmigrasi baru dihidupkan kembali di era Presiden Prabowo Subianto, sehingga saat ini anggarannya masih berasal dari Anggaran Belanja Tambahan (ABT).
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menuturkan sekarang ini pihaknya sedang mengkaji pelaksanaan program tersebut secara mendetail agar anggaran yang disiapkan dapat terserap dengan efektif dan efisien.
Iftitah menyampaikan bahwa pelaksanaan Program Transmigrasi Patriot adalah salah satu cara untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar dapat mengelola lahan mereka di kawasan transmigrasi menjadi sumber pendapatan.
Pihaknya pun merancang Program Transmigrasi Patriot sebagai sebuah gerakan nasional bagi anak-anak muda untuk mengikuti pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat melalui program beasiswa double degree pada jenjang D4, S1, S2, dan S3, baik di universitas lokal, nasional, maupun luar negeri.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kita semua saya rasa sepakat kunci untuk meningkatkan kesejahteraan itu melalui pendidikan,” katanya.
Iftitah menuturkan bahwa misalnya seorang mahasiswa di kawasan transmigrasi Natuna, Kepulauan Riau, yang mengikuti beasiswa Program Transmigrasi Patriot terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dan IPB University jurusan Ilmu Kelautan.
“Nanti mereka matrikulasi di IPB dua bulan, kemudian mereka nanti akan belajar pendidikan dengan metode hybrid di Natuna, di kawasan transmigrasi, selama masa pendidikannya,” ucapnya.
Ia menyatakan bahwa setelah lulus, para peserta program akan mendapatkan ikatan dinas yang lama periodenya dan kini masih dalam proses pembahasan, antara satu kali masa studi (1N), satu kali masa studi ditambah satu tahun (1N+1), atau dua kali masa studi (2N).
Pihaknya berupaya untuk memastikan agar terdapat off-taker, sehingga setelah lulus dari studi masing-masing para peserta program dapat terserap sebagai angkatan kerja.
Selain beasiswa, Kementrans juga berencana untuk membentuk Tim Ekspedisi Patriot yang terdiri dari para akademisi lulusan sarjana yang berfokus untuk meneliti potensi yang dapat dikembangkan di masing-masing kawasan transmigrasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!