Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lokal Lebih Andal, Saatnya Diversifikasi Pangan

📅 Sabtu, 19 Apr 2025, 02:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lokal Lebih Andal, Saatnya Diversifikasi Pangan Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Sagu dalam proses pengolahan.

JAKARTA - Potensi pangan lokal di Indonesia sangat besar dan menjanjikan, baik dari sisi keragaman, nilai gizi, keberlanjutan, maupun peluang ekonominya. Indonesia punya lebih dari 77 jenis sumber karbohidrat lokal, seperti sagu, singkong, jagung, talas, sukun, dan ganyong.

Keanekaragaman pangan lokal tersebut seharus bisa dimanfaatkan untuk mengurangi atau menekan kebergantungan pada beras. Karenanya, diversifikasi pangan bisa memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan diversifikasi pangan lokal merupakan strategi penting untuk memenuhi kebutuhan nasional serta memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi sumber daya dalam negeri.

"Diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal menjadi salah satu pilar penting dalam strategi pemenuhan pangan nasional, di samping intensifikasi dan ekstensifikasi," kata Arief dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (18/4).

Dia menyampaikan hal itu sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan, berbasis pada potensi pangan daerah dan kearifan lokal.

Arief menekankan pemanfaatan ragam pangan lokal harus menjadi prioritas bersama. Indonesia memiliki kekayaan hayati berupa 77 jenis pangan sumber karbohidrat yang tersebar di berbagai wilayah, namun sebagian besar belum dimanfaatkan secara optimal.

"Jadi dalam pemenuhan pangan, salah satu strategi untuk mencapainya meliputi optimalisasi lahan, ekstensifikasi lahan, dan yang satunya lagi adalah diversifikasi pangan," ucapnya.

Diversifikasi pangan telah diatur dalam Perpres Nomor 81 tentang Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal, yang mendorong pemanfaatan produksi dalam negeri oleh seluruh komponen bangsa di setiap wilayah.

"Dalam Perpres ini disampaikan bahwa kalau kita bisa memanfaatkan produksi dalam negeri ini, tentunya dari setiap wilayah, seluruh komponen bangsa ada di situ,” ujar Arief.

Lebih lanjut, Arief menekankan pentingnya mengangkat kembali kearifan pangan lokal yang diwariskan oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Tidak hanya soal keberagaman karbohidrat, tetapi juga bagaimana masyarakat lokal mengombinasikan sumber pangan dengan protein dari alam sekitar.

Dia menjelaskan dalam konsep isi piring sehat, sepertiga bagian untuk karbohidrat tidak harus selalu diisi oleh nasi, melainkan bisa digantikan dengan sumber lain seperti singkong, kentang, sorgum, sagu, atau jagung. Di berbagai daerah, masyarakat masih terbiasa mengonsumsi singkong, ubi jalar, atau ubi rambat sebagai menu sarapan harian yang juga merupakan sumber karbohidrat.

Selain itu, kebiasaan sarapan petani di daerah umumnya mencerminkan kearifan pangan lokal, seperti singkong rebus, jagung, kacang rebus yang kaya karbohidrat dan protein, serta ikan air tawar hasil budidaya di kolam pekarangan rumah.

"Bahkan, kalau kita sering ke daerah, sarapan petani itu biasanya singkong rebus, jagung, kacang rebus, sumber karbohidrat dan protein. Ada juga ikan air tawar dari kolam kecil di pekarangan. Ini contoh kearifan pangan lokal yang luar biasa,” tambah Arief.

Kualitas Konsumsi

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.