BKOW Jateng Susun Peta Jalan Pemberdayaan Perempuan, Fokus 4 Isu Strategis
Kamis, 17 Apr 2025, 14:30 WIBSEMARANGâ Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Tengah mulai menata langkah konkret untuk mendorong pemberdayaan perempuan.Â
Dalam Rapat Kerja (Raker) agenda utama adalah menyusun peta jalan lima tahun ke depan yang akan menjadi panduan arah kebijakan dan program kerja organisasi.
Ketua BKOW Jateng, Nawal Arafah Yasin, menjelaskan pihaknya akan memfokuskan diri pada empat isu strategis yang dinilai penting untuk meningkatkan kesejahteraan dan partisipasi perempuan di Jawa Tengah.
"Empat isu tersebut mencakup persoalan perempuan dan kemiskinan, kekerasan terhadap perempuan, keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan, serta peningkatan kapasitas pengasuhan anak oleh orang tua," jelas Nawaldi Rumah Dinas Wakil Gubernur Jateng, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (16/4).
Untuk isu kemiskinan, BKOW akan menggelar pelatihan keterampilan dan memberikan dukungan ekonomi bagi perempuan, termasuk bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan peluang usaha.Â
Sementara untuk penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak, akan dibentuk kader bernama Relawan Perunggu yang dilatih menjadi paralegal guna mendampingi para korban.
"Relawan ini akan kami siapkan agar mampu memberikan pendampingan hukum dan psikologis kepada korban, terutama di tingkat akar rumput," tambahnya.
BKOW Jateng juga telah menyiapkan sejumlah program unggulan yang akan dijalankan secara bertahap. Beberapa di antaranya yaitu:
- Daya Kartini, yang fokus pada pelatihan keterampilan ekonomi untuk perempuan.
- Destara (Desa Sejahtera Perempuan dan Anak), untuk menciptakan lingkungan desa yang ramah dan inklusif.
- Pesantren Penak, yakni pesantren ramah perempuan dan anak.
- Relawan Perunggu, yang akan menjadi ujung tombak perlindungan perempuan dan anak.
- Perempuan Aman, program edukasi tentang keamanan dan hak perempuan.
- Pendidikan politik dan pelatihan anggaran, untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam ruang publik dan pengambilan kebijakan.
- Jam Intan (Jam Inklusi Tumbuh Anak dan Nurani), yang memberikan pelatihan kepada orang tua mengenai pola pengasuhan anak, termasuk anak-anak dengan disabilitas. Program ini bertujuan membangun lingkungan keluarga yang lebih inklusif dan suportif.
Nawal menyebutkan, program-program tersebut akan menyasar sekitar 100 hingga 200 perempuan dari keluarga miskin, serta dilaksanakan di tiga desa percontohan yang akan dipilih secara selektif.
âLangkah ini adalah bagian dari upaya kami mendorong perubahan nyata, dari pemberdayaan ekonomi hingga kesetaraan dalam pengambilan keputusan,â tegas Nawal.
Dengan pendekatan terintegrasi dan kolaboratif, BKOW Jateng berharap bisa memperkuat posisi perempuan sebagai agen perubahan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Henri pelupessy
Berita Terkait:
-
Target pembangunan Ruang Bermain Ramah Anak di Balikpapan
-
Penertiban Pengamen Malioboro Menjelang HUT Kota Yogyakarta
-
Menteri LH Pastikan RI Akan Tangani Polusi Plastik tanpa Tunggu Hasil Perjanjian Plastik Global
-
Performa Tim Bola Voli Pantai Tetap Dipuji Walau Hanya Raih Peringkat 4 di Tiongkok
-
Lomba busana karnaval di Palu
-
Indonesia-Australia Kerja Sama Lawan Terorisme
-
Samsat Karawang Ajak Warga Manfaatkan Perpanjangan Pemutihan Pajak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.