Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenkop dan Bekraf Kembangkan Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

📅 Rabu, 16 Apr 2025, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkop dan Bekraf Kembangkan Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi Doc: Antara
Ket. Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi (kanan) dan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya melakukan pertemuan di kantor Kemenkop, Jakarta pada Rabu (16/4).

Jakarta - Kementerian Koperasi dan Kementerian Ekonomi Kreatif/Bekraf sepakat untuk melakukan kolaborasi strategis dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi kreatif yang berbasis koperasi di Indonesia.

Rencana kerja sama ini disampaikan dalam pertemuan audiensi antara Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi dan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di kantor Kemenkop, Jakarta, Rabu (16/4).

Budi Arie mengungkapkan bahwa potensi produk kreatif yang dihasilkan oleh koperasi di Indonesia sangat besar, meliputi berbagai sektor seperti fesyen, kuliner, kerajinan tangan, hingga film seperti yang telah dicontohkan oleh Koperasi Serba Usaha Indonesia Kreatif Berkarya (Kinarya Coop).

Menurutnya, masih banyak potensi produk kreatif koperasi yang perlu dieksplorasi dan dimonetisasi untuk memberikan dampak positif yang lebih besar bagi perkembangan koperasi.

Lebih lanjut, Budi Arie berharap program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kerja sama antara Kemenkop dan Kementerian Ekraf.

Ia meyakini bahwa program ini dapat menjadi wadah untuk mengarahkan potensi kreatif anak muda di desa dalam membangun ekonomi kreatif berbasis koperasi.

Sebagai tindak lanjut dari rencana kolaborasi ini, kedua kementerian akan membentuk tim kecil yang bertugas untuk melakukan pembinaan, pelatihan, hingga kurasi terhadap produk-produk kreatif yang dihasilkan oleh koperasi.

Menkop Budi Arie menegaskan bahwa hampir seluruh bidang ekonomi kreatif memiliki potensi untuk bersinergi dengan koperasi, bahkan dapat dilegalkan dalam bentuk badan hukum koperasi.

Data dari Kementerian Ekraf menunjukkan kontribusi signifikan industri kreatif terhadap penyerapan tenaga kerja yang meningkat dari 14 juta orang pada 2013 menjadi 26,47 juta orang pada 2024.

Selain itu, nilai tambah industri kreatif juga melonjak dari Rp700 triliun menjadi Rp1.532,19 triliun pada tahun lalu, dengan nilai ekspor yang tumbuh 67 persen menjadi 25,10 miliar dolar AS. Pemerintah menargetkan pertumbuhan rasio PDB ekonomi kreatif sebesar 8-8,4 persen pada 2029.

Teuku menyambut baik rencana kolaborasi ini dan mengidentifikasi beberapa potensi kerja sama konkret. Di antaranya adalah pendampingan dan kolaborasi pembentukan koperasi subsektor ekonomi kreatif, fasilitasi pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), program kolaborasi dan promosi produk ekonomi kreatif koperasi, serta pengembangan infrastruktur ekonomi kreatif berbasis koperasi.

"Kita harap kolaborasi dapat lebih erat karena tujuan kita sama yaitu kita ingin membangun perekonomian dari daerah. Ini baru awalan nanti bisa kita kembangkan bahkan kalau bisa kita MoU-kan," kata Teuku.

Teuku juga menyatakan kementerian yang dipimpinnya siap untuk terlibat aktif dalam memastikan keberhasilan program pembentukan Kopdeskel Merah Putih.

"Ekonomi kreatif ini akan jadi mesin baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional dimana itu bisa dimulai dari daerah. Majunya ekonomi nasional tidak mungkin tanpa daerah makanya perlu kita terus dukung dan support program Kopdes ini," pungkas dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
12 Meninggal Dunia akibat K...
Ekonomi
Adaptasi pertanian dataran ...

Festival Remo Yosakoi di Surabaya

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Festival Remo Yosakoi di Su...

Pengenalan profesi Damkar untuk anak

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pengenalan profesi Damkar u...
Liburan di kebun binatang mini Taman Situ Cibinong Plaza Bogor

Liburan di kebun binatang mini Taman Situ Cibinong Plaza Bogor

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Sentimen Global Dominan, 13 Juli 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.