Presiden Concacaf Kritik Usulan Perluasan Piala Dunia 2030 Menjadi 64 Tim
Selasa, 15 Apr 2025, 14:57 WIBPresiden Concacaf, Victor Montagliani, secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap rencana perluasan jumlah peserta Piala Dunia pria 2030 dari 48 menjadi 64 tim. Gagasan tersebut diajukan oleh konfederasi sepak bola Amerika Selatan, Conmebol, yang ingin menjadikan edisi 2030 sebagai perayaan seabad turnamen terbesar dunia tersebut.
Turnamen Piala Dunia 2030 dijadwalkan akan diselenggarakan oleh Spanyol, Maroko, dan Portugal, sementara tiga laga pembuka akan digelar di Argentina, Paraguay, dan Uruguay. Sementara itu, edisi sebelumnya pada 2026 akan menjadi Piala Dunia pertama dengan format 48 tim dan akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Menanggapi usulan Conmebol, Montagliani menyampaikan keprihatinannya terhadap dampak dari penambahan jumlah peserta. Ia menilai perluasan tersebut bukanlah langkah yang tepat, baik untuk turnamen itu sendiri maupun untuk keseluruhan ekosistem sepak bola global.
"Saya tidak yakin perluasan Piala Dunia pria menjadi 64 tim adalah langkah yang tepat untuk turnamen itu sendiri dan ekosistem sepak bola yang lebih luas, dari tim nasional hingga kompetisi klub, liga, dan pemain," ujar Montagliani dalam wawancara dengan ESPN.
Ia juga menambahkan bahwa format 48 tim bahkan belum dijalankan, sehingga pembahasan mengenai penambahan lagi menjadi 64 tim dinilai terlalu dini. "Kami bahkan belum memulai Piala Dunia 48 tim yang baru, jadi secara pribadi, saya rasa perluasan menjadi 64 tim tidak seharusnya menjadi pertimbangan," tegasnya.
Penolakan terhadap usulan ini tidak hanya datang dari Concacaf, tetapi juga dari presiden UEFA, Aleksander Ceferin, serta Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sheikh Salman bin Ibrahim Al-Khalifa. Mereka menyampaikan keprihatinan yang sama terhadap kemungkinan kekacauan yang bisa terjadi.
Ceferin secara gamblang menyebut rencana tersebut sebagai âide burukâ dalam pernyataannya pada bulan Maret lalu. Sedangkan Sheikh Salman memperingatkan bahwa membuka pintu untuk perubahan seperti ini dapat memicu tuntutan yang lebih ekstrem di masa depan.
"Jika masalah ini tetap terbuka untuk diubah, maka pintu tidak hanya terbuka untuk perluasan turnamen menjadi 64 tim," kata Sheikh Salman. "Tetapi seseorang mungkin datang dan menuntut penambahan jumlah menjadi 132 tim. Apa jadinya kalau begitu? Akan terjadi kekacauan."
Proposal dari Conmebol diperkirakan akan menjadi salah satu topik pembahasan penting dalam Kongres FIFA ke-75 yang akan diselenggarakan di Paraguay pada 15 Mei mendatang. Jika disetujui, Piala Dunia 2030 akan menjadi turnamen dengan jumlah pertandingan terbanyak sepanjang sejarah, yaitu sebanyak 128 pertandingan â dua kali lipat dibandingkan format 64 pertandingan yang digunakan sejak 1998 hingga 2022.
Meski demikian, masih belum ada indikasi apakah mayoritas anggota FIFA akan menyetujui rencana tersebut. Perluasan ini dinilai berpotensi memberikan keuntungan komersial besar, namun juga menghadirkan tantangan logistik dan beban tambahan bagi para pemain serta federasi sepak bola nasional.
Sebagai informasi, keputusan perluasan Piala Dunia 2026 menjadi 48 tim sendiri baru diambil pada tahun 2017 melalui pemungutan suara bulat di kongres FIFA. Artinya, perdebatan kali ini akan menjadi uji coba baru bagi kesepakatan global dalam menentukan arah masa depan kompetisi sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
LA Lakers Kalahkan Houston Rockets 100-92
-
FIFA Tingkatkan Hadiah Piala Dunia 2026 hingga 15 Persen
-
Kenaikan tarif Jalan Tol Semarang-Batang
-
FIFA Tegaskan Komitmen Jadikan Sepak Bola sebagai Alat Perdamaian
-
Transisi Cepat Garuda Hadapi Pertahan Kokoh Saint Kitts and Nevis
-
FIFA Pastikan Piala Dunia 2026 Tetap Berjalan Meski Konflik Timur Tengah Memanas
-
Bogor Membludak! Ratusan Ribu Wisatawan Tumpah Saat Lebaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.