Pasar Gim Global Dibuka, Talenta Lokal Jangan Jadi Penonton

Selasa, 11 Agu 2026, 16:30 WIB

JAKARTA – Pengembangan ekosistem gim berpotensi menjadi sektor ekonomi kreatif bernilai tinggi karena menggabungkan teknologi, kreativitas, talenta, dan pasar global.

Penguatan ekosistem tidak cukup hanya mendorong produksi gim, tetapi juga membutuhkan pengembangan talenta, akses pembiayaan, infrastruktur digital, perlindungan kekayaan intelektual, serta jalur distribusi dan monetisasi.

Ket. Foto: Ilustrasi-Anak-anak bermain gim di acara Indonesian Women In Game Beauty Play Connect di Kantor Agate Game, Bandung, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA FOTO/ Novrian Arbi.

Jika terintegrasi, industri gim dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja bagi talenta digital nasional.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan kehadiran perusahaan gim global resmi di pasar gim Indonesia mendatangkan peluang akses terhadap ekosistem pengembangan gim atau pelaku developer game lokal.

Irene mengatakan talenta pengembang gim lokal sudah banyak diakui berbagai negara dan mendistribusikan gim buatannya secara global, namun saat ini masih terkendala akses terhadap perangkat pengembangan gim atau game development kit yang dibutuhkan developer untuk membuat gim di platform konsol.

“Maka dari itu pertemuan pertama dengan Nintendo, hal yang saya katakan adalah Indonesia adalah market yang besar, kita semua suka bermain games, tapi kita juga punya pengembang game yang benar-benar bagus, jadi saat mereka memasuki Indonesia, saya meminta untuk masuk bersama semua ekosistemnya,” kata Irene dalam acara peluncuran Nintendo Switch di Jakarta, Selasa (11/8).

Ia mengatakan pasar Indonesia memiliki basis pengguna gim yang besar, terutama untuk gim mobile. Namun, dari sisi pengembang, banyak developer Indonesia justru menyasar pasar PC dan konsol yang bersifat global.

Menurutnya, akses terhadap game development kit penting karena talenta tanpa perangkat dan platform yang memadai akan sulit berkembang secara optimal. Karena itu, pemerintah juga mendorong agar kehadiran Nintendo diikuti dengan pelatihan sehingga developer lokal dapat memahami cara masuk ke pasar konsol internasional.

Dengan kehadiran ekosistem tersebut diharapkan membuka lebih banyak peluang bagi developer gim Indonesia untuk mengembangkan karya yang tidak hanya membanggakan di dalam negeri, tetapi juga mampu menembus pasar global secara komersial.

Kehadiran Nintendo secara resmi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi pembajakan. Pemerintah mendorong masyarakat untuk menggunakan dan membeli produk gim resmi sekaligus memberikan kesempatan kepada karya lokal untuk bersaing berdasarkan kualitas.

“Salah satu komitmen dari kementerian kita adalah memastikan copyright atau pembajakan tidak terjadi. Agar pembajakan tidak terjadi, maka kita harus memastikan barang asli masuk ke Indonesia," katanya.

Ia berharap pengembang game mendapatkan kesempatan untuk menciptakan games-games yang membanggakan Indonesia dan juga bisa mendunia.

Di sisi lain, pemerintah melihat industri gim sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru ekonomi kreatif. Pertumbuhan subsektor aplikasi dan gim yang mencapai 18 persen menunjukkan potensi sektor tersebut tersebut semakin besar.

Irene mengatakan kehadiran perusahaan global seperti Nintendo pun tidak semata-mata dipandang sebagai masuknya pemain asing ke pasar Indonesia. Pemerintah melihatnya sebagai hadirnya platform atau panggung bagi developer lokal untuk mengembangkan dan memasarkan karya mereka ke pasar dunia.

Dengan adanya platform, akses terhadap perangkat pengembangan, pelatihan, serta pasar global, developer gim Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kualitas, memperluas distribusi, dan menjadikan gim sebagai salah satu sumber ekspor ekonomi kreatif Indonesia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.