Bahaya, Jangan Meletakkan Benda di Rel Kereta, Bisa Sebabkan Kecelakaan

Selasa, 11 Agu 2026, 16:20 WIB

JEMBER -- PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mengedukasi masyarakat, terutama anak-anak terkait dengan bahaya meletakkan benda di rel karena dapat mengganggu perjalanan kereta api dan membahayakan keselamatan.

"Menata batu atau meletakkan benda di atas rel kereta api mungkin terlihat sebagai keisengan sederhana. Namun, tindakan tersebut dapat mengganggu perjalanan dan membahayakan keselamatan penumpang, petugas, maupun masyarakat sekitar," kata Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9, Cahyo Widiantoro di Jember, Selasa.

Ket. Foto: Arsip: Pantauan patroli dan edukasi kepada anak-anak terkait bahaya bermain di sekitar rel kereta api di wilayah Daop 9 Jember. — Sumber: ANTARA/HO-Humas KAI Jember

Berdasarkan data Daop 9 Jember, sepanjang tahun 2025 tercatat 13 kejadian penataan batu atau peletakan benda di atas rel kereta api, kemudian pada Januari hingga Juli 2026 tercatat sebanyak enam kejadian dengan rincian sebanyak tiga kejadian terjadi di Probolinggo, masing-masing satu kejadian di Pasuruan, Lumajang, dan Jember.

"Target kami bukan sekadar menurunkan jumlah kejadian, tetapi mencegah agar tidak terjadi lagi karena meletakkan batu atau benda apa pun di atas rel dapat membahayakan perjalanan kereta api," tuturnya.

Ia menjelaskan kereta api berjalan pada jalur tetap dan tidak dapat menghindar secara tiba-tiba seperti kendaraan di jalan raya.

Selain itu, kereta api membutuhkan jarak tertentu untuk berhenti sehingga benda sekecil apa pun di atas rel dapat menjadi potensi gangguan keselamatan.

"Jangan menganggap benda kecil di atas rel sebagai sesuatu yang sepele karena dampaknya dapat membahayakan perjalanan kereta api dan keselamatan banyak orang,” katanya.

Pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk tidak berada atau melakukan aktivitas di ruang manfaat jalur KA karena hal tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Secara sederhana, Pasal 181 ayat (1) melarang masyarakat berada di ruang manfaat jalur KA ataupun meletakkan atau memindahkan barang di atas rel tanpa kewenangan.

"Kemudian, Pasal 178 melarang penempatan barang yang dapat membahayakan perjalanan kereta api, sedangkan Pasal 180 melarang tindakan yang merusak atau menyebabkan sarana dan prasarana perkeretaapian tidak berfungsi," ujarnya.

Menurut dia, pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenai sanksi sesuai peraturan yang berlaku, sehingga pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak bermain di rel karena jalur KA bukan tempat bermain.

Untuk mencegah terjadinya gangguan di jalur KA, Daop Jember melakukan berbagai langkah preventif secara berkelanjutan dan upaya tersebut meliputi pemeriksaan dan pemeliharaan jalur secara berkala, patroli rutin di sepanjang jalur KA, serta pengawasan pada titik-titik yang dinilai memiliki potensi gangguan.

KAI juga berkolaborasi dengan unsur kewilayahan setempat, termasuk aparat keamanan dan pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan serta mendukung terciptanya kondisi jalur KA yang aman.

Selain itu, edukasi dan sosialisasi keselamatan terus dilakukan kepada masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar jalur KA.

"Kami mengajak orang tua untuk mengingatkan anak-anak mereka agar tidak bermain di sekitar jalur kereta api karena keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Jangan menunggu terjadi kecelakaan untuk menyadari bahayanya, mari bersama-sama menjaga jalur KA tetap aman dan steril," katanya.

  • keselamatan kereta api

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.