Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini Hasil Identifikasi Penyebaran Antraks di Dua Klaster Gunungkidul

📅 Selasa, 15 Apr 2025, 18:40 WIB | Oleh:
Ini Hasil Identifikasi Penyebaran Antraks di Dua Klaster Gunungkidul Doc: ANTARA/HO/Ismono
Ket. Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Ismono.

GUNUNGKIDUL - Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyebut hasil identifikasi penyebaran penyakit antraks dua klaster, yakni Klaster Girisubo, dan Klaster Rongkop yang menyebabkan 25 warga terpapar antraks.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Ismono di Gunungkidul, Selasa, mengatakan Dinkes Gunungkidul mengintensifkan pemantauan kesehatan terhadap 25 warga di dua kalurahan, masing masing Kalurahan Tileng (Girisubo) dan Kalurahan Bohol (Rongkop).

"Dari dua titik ini terdapat puluhan warga yang sampai saat ini masih dalam pantauan kesehatan pascakontak langsung dengan sapi yang mati mendadak dan disembelih," kata Ismono.

Ia mengatakan, saat ini terdapat dus klaster antraks di Kabupaten Gunungkidul. Klaster Girisubo ada empat orang kontak erat, tiga diantaranya positif satu orang suspek. Selanjutnya, Klaster Rongkop ada satu orang terdapat luka namun hasil laboratoriumnya negatif antraks.

Warga ini diketahui kontak erat dengan ternak mati, seperti mengangkut sapi sakit setelah disembelih, sopir angkutan dan lainnya.

"Kalau keluarga pemilik sendiri justru tidak ada," imbuhnya

Ismono mengatakan  akan melakukan pemantauan kondisi kesehatan warga. Pemantauan melibatkan petugas dari puskesmas selama 60 hari pasca mereka memeriksakan diri.

Lebih lanjut, Ismono mengatakan penyakit antraks adalah penyakit yang bisa menular dari hewan yang terjangkit ke manusia

"Tapi tidak menular dari manusia ke manusia," katanya.

Menurut dia, antraks menjangkiti manusia dapat dilihat dari gejala-gejala yang muncul di antaranya, terdapat luka terbuka di kulit yang berbentuk bulat dan di sekitarnya meradang merah. Kemudian di tengahnya terdapat keropeng. Atasnya kering namun kadang dapat diangkat dan luka di bawah basah.

"Pasien juga mengalami panas tinggi selama tiga sampai lima hari," katanya.

Gejala penyakit ini, selain infeksi melalui kulit, juga bisa menyerang saluran pencernaan dan pernafasan pada manusia. Mulai dari mual, sesak nafas, mudah lelah, diare hebat, nyeri dada dan lainnya.

"Pada kondisi ini, antraks memiliki dampak mortalitas atau kematian yang tinggi dibanding luka infeksi. Jadi pasien harus mendapatkan penanganan medis yang tepat, kalau tidak bisa fatal," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.