Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ara Contemporary Resmi Dibuka di Jakarta, Konsisten Dukung Seniman Asia Tenggara

📅 Selasa, 15 Apr 2025, 20:15 WIB | Oleh:
Ara Contemporary Resmi Dibuka di Jakarta, Konsisten Dukung Seniman Asia Tenggara Doc: Koran Jakarta/Rivaldi Dani Rahmadi

JAKARTA - Ara Contemporary, sebuah galeri baru di Jakarta yang berada di Jalan Tulodong Bawah I Nomor 16 Senayan dibuka untuk umum pada April. Galeri ini mengedepankan seniman-seniman Asia Tenggara dan mengadvokasi praktik-praktik mereka, baik di tingkat lokal maupun internasional. 

Art Contemporary menampilkan beragam karya seniman baru hingga yang sudah mapan dari kawasan ini, yang didirikan oleh tiga orang yang memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia seni yakni Fiesta Ramadanti, Fredy Chandra, dan Megan Arlin. Dengan latar belakang di lembaga-lembaga terkemuka seperti Art Jakarta (Jakarta), Mizuma Gallery (Singapura, Tokyo), dan Sullivan+Strumpf (Singapura, Sydney, Melbourne), para pendiri ara memiliki keahlian yang luas dalam dialog seni global.

Nama ara mencerminkan visi para pendiri dan visi galeri yang lebih luas. Kombinasi dari nama belakang para pendiri (Arlin, Ramadanti, Chandra) dan kata Sansekerta yang berarti “tempat berteduh”, ara mewujudkan ruang untuk kontemplasi dan pertimbangan yang matang. Fokus galeri ini akan berpusat pada seniman yang praktiknya berhubungan dengan konteks Asia Tenggara, mengeksplorasi hubungan antara kedekatan dan wacana global.

Dengan dua ruang pameran di dalam gedung, Galeri Utama dan Focus-ara kontemporer akan berfungsi sebagai platform dinamis untuk dialog dan kolaborasi dengan harapan dapat berkontribusi pada kancah seni Asia Tenggara yang sedang berkembang dan seterusnya. Focus akan didedikasikan untuk menyoroti seniman, praktisi seni, penulis, dan kurator yang sedang naik daun, serta untuk memupuk praktik-praktik baru dan eksperimental.

Ara Contemporary meluncurkan pameran perdananya bertajuk We Begin with Everything pada 12 April 2025. Pameran ini terinspirasi dari karya Rick Rubin yang berjudul The Creative Act: A Way of Being. Judul pameran ini mencerminkan prinsip utama filosofi Rubin bahwa tindakan mencipta merupakan sumber yang tak ada habisnya dan selalu ada. We Begin with Everything merayakan konsep yang berubah menjadi manifestasi nyata dan proses menjadi yang berkelanjutan, yang tercermin tidak hanya pada awal galeri ini tetapi juga nilai dari proses para seniman.

We Begin with Everything menampilkan karya-karya dari 17 Seniman Asia Tenggara terkemuka, termasuk dari Indonesia, seperti Agan Harahap, Albert Yonathan Setyawan, Condro Priyoaji, Irfan Hendrian, Ipeh Nur, Iwan Effendi, Mar Kristoff, S. Urubingwaru,dan Wedhar Riyadi. 

Adapun seniman lainnya yang berpartisipasi, seperti Alisa Chunchue (Thailand), Carmen Ceniga Prado (Seoul/Spanyol/Singapura), Dawn Ng (Singapura) yang berkolaborasi dengan Sullivan+Strumpf Enggar Rhomadioni (Indonesia). Kemudian ada Kelly Jin Mei (Singapura), Marcos Kueh (Malaysia) yang berkolaborasi dengan The Backroom Natalie Sasi Organ (Thailand), serta Xiuching Tsay (Thailand)

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Nasional
Jejak Hatta-Sjahrir Dihidup...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.