Garuda Muda Harus Siap “Mati” di Lapangan
📅 Senin, 14 Apr 2025, 07:08 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: Foto: PSSI
JEDDAH — Tim U-17Indonesia bersiap menantang kekuatan tradisional Asia Timur, Korea Utara, dalam laga perempat final Piala Asia U-17 2025. Duel hidup-mati ini akan digelar di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi, Senin (14/4) malam pukul 21.00 WIB. Indonesia harus benar-benar siap “mati” di lapangan, tak boleh kendor sama sekali. Fokus, fokus, dan fokus!
Dengan status sebagai juara Grup C, skuad Garuda Muda tampil penuh percaya diri menatap laga ini. Tiga kemenangan dari tiga pertandingan penyisihan menjadi modal berharga: menang tipis 1-0 atas Korea Selatan, menggulung Yaman 4-1, dan menutup fase grup dengan kemenangan 2-0 atas Afghanistan.
Namun, pelatih kepala Nova Arianto menegaskan bahwa anak asuhnya tak boleh jemawa. Analisis mendalam tetap jadi landasan utama dalam membangun taktik menghadapi Chollima junior, julukan Korea Utara U-17.
“Yang pasti semua tim punya kualitas baik, Korea Utara, Tajikistan, Iran, termasuk Oman. Kami akan analisis dulu calon lawan sebelum menyiapkan strategi untuk pertandingan tanggal 14,” ujar Nova.
Eks bek tangguh era 2000-an itu diperkirakan tetap mengandalkan komposisi inti yang sukses menaklukkan Korea Selatan dan Yaman. Formasi dasar 3-4-3 fleksibel milik Nova siap berganti menjadi 5-4-1 kala diserang, menjaga keseimbangan tim di tengah intensitas pertandingan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di bawah mistar, Dafa Al Gasemi tak tergantikan. Kiper muda Dewa United itu tampil impresif sepanjang fase grup, baru sekali kebobolan, itu pun lewat titik dpenalti. Benteng pertahanan akan kembali dipercayakan pada trio I Putu Panji yang juga menjabat kapten tim, Mathew Baker, dan Muhamad Al Gazani. Ketiganya kian padu mengawal jantung pertahanan.
Di sisi sayap, Fabio Aska dan Daniel Alfrido bukan hanya bertugas mengawal sektor flank, tetapi juga aktif naik membantu serangan. Mereka jadi kepanjangan tangan lini tengah dalam membangun transisi cepat. Pos sentral akan diisi oleh Evandra Florasta dan Nazriel Alfaro.
Duet ini menjadi poros penting dalam alur permainan. Evandra bahkan tampil gemilang sejauh ini dengan torehan tiga gol, menjadikannya salah satu top skor turnamen. Untuk lini serang, Nova kembali bertumpu pada kombinasi maut Zahaby Gholy, Mierza Fijatullah, dan Alberto Hengga. Ketiganya diharapkan bisa menembus lini belakang Korea Utara yang dikenal kokoh dan disiplin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di atas kertas, Garuda Muda lebih unggul dari segi performa dan produktivitas. Namun, Korea Utara bukan tim sembarangan. Meski hanya finis sebagai runner-up Grup D dengan lima poin, hasil imbang 1-1 kontra Iran, 2-2 lawan Oman, dan kemenangan telak 3-0 atas Tajikistan, tim besutan pelatih Kim Jong-chol menunjukkan ketangguhan kolektif yang solid.
Statistik bukan segalanya, terlebih saat memasuki fase gugur. Korea Utara punya sejarah panjang dan prestasi membanggakan di level U-17. Mereka pernah dua kali meraih gelar juara Asia, masing-masing pada edisi 2014 dan 2020. Secara keseluruhan, ini adalah keikutsertaan kedelapan mereka di ajang ini.
Sementara itu, Indonesia baru mencatatkan partisipasi ketujuh. Capaian terbaik terjadi pada edisi 1990 ketika menembus semifinal. Setelah itu, Garuda Muda lebih sering terhenti di fase grup atau babak awal.
“Pemain harus tetap rendah hati dan fokus. Laga melawan Korea Utara akan menjadi ujian sesungguhnya. Kami harus tampil disiplin, tidak hanya mengandalkan semangat, tetapi juga cerdas dalam membaca permainan,” ujar Nova.
Korut Efisien
Korea Utara asuhan Kim Jong-chol dikenal disiplin dan efisien. Kemenangan atas Tajikistan menunjukkan efektivitas lini serang mereka. Sedangkan dua hasil imbang menunjukkan kemampuan bertahan di bawah tekanan. Pelatih Kim Jong-chol enggan meremehkan kekuatan Indonesia. Dia memuji performa Garuda Muda yang dinilainya tampil progresif dan berani.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!