Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Belanja Fiskal Harus Didorong untuk Tingkatkan Permintaan

📅 Senin, 14 Apr 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Belanja Fiskal Harus Didorong untuk Tingkatkan Permintaan Doc: antara
Ket. Perlindungan Ekonomi Domestik I Beri Insentif Fiskal ke Dunia Usaha Untuk Memacu Produksi

JAKARTA - Di tengah meningkatnya tensi ketidakpastian ekonomi dunia, Pemerintah dipandang perlu melindungi ekonomi domestik agar tetap tangguh pada berbagai dinamika khususnya dampak kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. 

Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Chatib Basri saat berbicara pada acara yang digelar The Yudhoyono Institute (TYI), Minggu (13/4) mengatakan salah satu langkah penting adalah mendorong belanja fiskal untuk meningkatkan permintaan.

“Kalau waktu kecil diajarkan hemat pangkal kaya, dalam pemulihan ekonomi itu belanja pangkal pulih. Kalau orang belanja, maka permintaan akan terjadi,” urai Chatib dalam kegiatan bertajuk “Dinamika dan Perkembangan Dunia Terkini: Geopolitik, Keamanan dan Ekonomi Global” di Jakarta.

Dorongan dari permintaan itu jelasnya akan memancing dunia usaha merespons dengan meningkatkan produksi dan menyerap lebih banyak tenaga kerja. Namun demikian, insentif itu pun perlu diberlakukan dengan menyusun skala prioritas, mengingat ruang fiskal negara cukup terbatas.

“Menurut saya, berikan prioritas pada sektor yang efek bergandanya tinggi, yang punya dampak kepada lapangan pekerjaan. Saya kasih contoh misalnya pariwisata, karena itu backward dengan forward linkage-nya sangat besar,” jelas Chatib.

Di sisi lain, perlindungan sosial juga menjadi penting, terutama untuk memperkuat daya beli masyarakat. Daya beli masyarakat sudah disinyalir melemah sejak sebelum gejolak dinamika Trump, salah satu faktornya terkait dengan porsi pekerja informal yang lebih dominan dari pekerja formal. Sementara pekerja informal umumnya memiliki upah rendah.

“Jadi, dalam konteks ini, perlindungan sosial menjadi sangat penting. Apakah itu bantuan langsung tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), atau percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kemudian akan memperkuat daya beli masyarakat,” tuturnya.

Chatib pun mengingatkan konsolidasi terhadap mitra menjadi penting, terutama regional ASEAN. Di tengah situasi krisis, ada kecenderungan negara lebih mementingkan diri sendiri, yang berisiko memicu terjadinya instabilitas. “Maka, konsolidasi di dalam ASEAN menjadi sangat penting,” papar Chatib.

Resiliensi Internal

Terkait dengan tantangan perekonomian itu, Guru Besar Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Aloysius Gunadi Brata yang diminta terpisah menyatakan bahwa pada situasi ekonomi yang lesu akibat tekanan global, penambahan pengeluaran oleh pemerintah memang menjadi bagian dari strategi resiliensi internal, meski hanya berdampak jangka pendek.

“Kalau yang masih mampu belanja justru terlalu menahan konsumsi, efek spiralnya bisa melemahkan daya beli secara keseluruhan dan mengganggu penerimaan negara,” jelas Aloysius.

Namun demikian, ia mengingatkan agar belanja fiskal dilakukan secara selektif karena kapasitas fiskal tahun ini terbatas dan ketidakpastian global masih tinggi. Menurutnya, prioritas pengeluaran sebaiknya diarahkan pada sektor-sektor yang punya keterkaitan kuat dengan pemulihan daya beli masyarakat, terutama sektor yang tidak padat modal.

Aloysius juga menekankan pentingnya efisiensi eksekusi anggaran agar dampaknya ke masyarakat lebih nyata.

“Harus ada mekanisme yang menjamin kecepatan eksekusi dan meminimalkan kebocoran. Ini saat yang tepat untuk pembenahan kelembagaan,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

57 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.