Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebijakan Tarif Trump, Ujian Baru Bagi Laju Transformasi Industri RI

📅 Minggu, 13 Apr 2025, 17:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebijakan Tarif Trump, Ujian Baru Bagi Laju Transformasi Industri RI Doc: ANTARA/Harianto
Ket. Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma’ruf (tengah) dalam jumpa pers di sela menghadiri Puncak Dharma Santi BUMN 2025 di Jakarta, Minggu (13/4/2025).

JAKARTA - Kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) bukan hanya alat negosiasi dagang, tapi bisa jadi pemicu ketegangan ekonomi global. Ketika ekonomi sebesar AS bermain tarif, maka dunia bisa ikut merasakan guncangannya, dari petani di Asia Tenggara hingga pasar saham di Eropa.

Meski demikian, kebijakan tarif resiprokal pemerintah AS menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk merevitalisasi industri nasional dan mengoptimalkan potensi kekuatan dalam negeri.

Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma’ruf ditemui di sela Puncak Dharma Santi BUMN 2025 di Jakarta, Minggu (13/4), menyebut kebijakan Presiden AS Donald Trump dapat menjadi tantangan bagi Indonesia untuk mempercepat transformasi industri dan meningkatkan daya saing BUMN di pasar global secara lebih agresif dan terukur.

"Tantangan untuk kita lah, momentum untuk kita lebih revitalisasi industri, saya kira itu," kata Aminuddin.

Meski begitu, Aminuddin tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait dampak langsung kebijakan tarif Presiden AS terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) namun menegaskan pentingnya membangun industri yang tangguh dan mandiri dengan revitalisasi.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pesannya kepada Presiden AS Donald Trump setelah AS memberikan tarif impor timbal balik sebesar 32 persen kepada Indonesia dan tarif impor 10 persen kepada semua negara.

Dalam sesi wawancara dengan tujuh jurnalis senior di kediaman pribadi Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/4), sebagaimana dikutip dari siaran TVRI di Jakarta, Selasa (8/4), Presiden menekankan Indonesia dan AS punya hubungan erat yang terjalin lama sehingga Indonesia berharap ada perlakuan yang baik dari AS terkait kebijakan tarif tersebut.

“Saya ingin sampaikan, saya bilang: We respect United States. We have been good friends for many, many years, and we are willing, we always invite you to participate in our economy. Kita mohonlah ada perlakuan yang baik,” kata Presiden Prabowo menjawab pertanyaan salah satu jurnalis.

Presiden Prabowo kemudian menyebut dirinya mengutus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk memimpin delegasi Indonesia berunding dengan Pemerintah AS di Washington.

“Saya akan kirim Pak Airlangga ke Washington. Kita sudah punya kontak dengan tokoh-tokoh di Washington. Kita akan diskusi untuk negosiasi,” sambung Presiden.

Presiden, dalam wawancara yang sama, optimistis ada jalan tengah yang dapat disepakati oleh dua negara.

Prabowo kemudian mencontohkan sebelum kebijakan tarif Trump, Indonesia dan AS juga sempat berunding dan AS menawarkan minyak dan gasnya untuk Indonesia.

“Mereka tanya saya: Is Indonesia willing to buy oil and gas from United States? Ya saya bilang: Yes why not!” ujar Presiden.

Prabowo kemudian menilai Indonesia sudah cukup banyak mengimpor minyak dan gas dari luar negeri, tetapi prosesnya kurang efisien karena melibatkan banyak broker.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.