Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aktor 'Pengepungan di Bukit Duri' Ungkap Keresahan Lewat Peran

📅 Minggu, 13 Apr 2025, 17:03 WIB | Oleh:
Aktor 'Pengepungan di Bukit Duri' Ungkap Keresahan Lewat Peran Doc: (ANTARA/Adimas Raditya)
Ket. Para pemeran film "Pengepungan di Bukit Duri" Omara N. Esteghlal, Morgan Oey, dan Hana Malasan dalam sesi pemotretan usai pemutaran film yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (10/4).

JAKARTA - Film "Pengepungan di Bukit Duri" bukan hanya menghadirkan ketegangan, namun juga menjadi medium refleksi bagi para pemeran utamanya untuk menyuarakan keresahan pribadi terhadap kondisi sosial di Indonesia.

Aktor Morgan Oey, Omara N. Esteghlal, dan Hana Malasan membagikan perspektif mereka tentang realita yang tercermin dalam film dan bagaimana peran mereka menjadi perpanjangan dari kegelisahan yang selama ini dirasakan.

Morgan Oey, yang memerankan karakter Edwin mengungkap bahwa film ini sangat relevan dengan isu trauma turun-temurun (generational trauma) yang masih terasa hingga kini.

“Ternyata efek dari kejadian masa lalu itu benar-benar generational. Dan budaya kekerasan, itu juga masih sangat relate. Dari zaman saya sekolah sampai sekarang, masih terus ada. Kita bahkan bisa lihat sendiri lewat media sosial,” ujar Morgan usai pemutaran film "Pengepungan di Bukit Duri" di Jakarta, Kamis (10/4).

Baginya, peran Edwin mencerminkan keresahannya terhadap kekerasan yang terus menjangkiti remaja dan sulit diberantas karena akar persoalannya begitu kompleks.

Sementara itu, Omara N. Esteghlal yang berperan sebagai Jefri, menggarisbawahi persoalan budaya pasrah dalam masyarakat terhadap sistem yang sudah rusak.

Ia menyoroti kecenderungan masyarakat untuk menyalahkan keadaan, namun enggan bertanggung jawab sebagai bagian dari sistem itu sendiri.

“Kita diajarkan menghormati sistem yang sebetulnya tak layak dihormati. Budaya feodal masih sangat kuat, dan tanpa sadar kita jadi budak dari sistem rusak itu. Mau berekspresi pun susah, padahal katanya kita punya suara sebagai rakyat,” ujar Omara.

Bagi Omara, perannya menggambarkan frustrasi generasi muda yang ingin melakukan perubahan namun terbentur dinding sistemik.

Sisi lain dituturkan oleh Hana Malasan, yang memerankan Guru Diana.

Sebagai seseorang yang lahir dari keluarga akademisi, Hana merasa peran ini begitu dekat dengan kehidupannya.

Ia mengungkapkan bahwa keresahannya terhadap dunia pendidikan sudah lama tertanam, terutama soal bagaimana guru kerap dijadikan kambing hitam dalam berbagai permasalahan pendidikan.

Baginya, melalui karakter Diana, ia bisa menyuarakan keresahan kolektif para pendidik yang selama ini terbungkam.

Ketiga aktor ini sepakat bahwa

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
Carrick Kecewa MU Gagal Men...

Liga Wanita Indonesia Resmi Dibuka

1 jam lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Liga Wanita Indonesia Resmi...
Luar Negeri
Aktivitas Olahraga Warga Si...
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.