Ilmuwan Membuat Peta Otak Paling Detail di Dunia dari Butiran Jaringan Otak
📅 Jumat, 11 Apr 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Foto: Allen Institute
SEATTLE - Sejumlah ilmuwan baru-baru ini telah menciptakan diagram jaringan otak mamalia yang paling terperinci hingga saat ini, memetakan setiap sel dan sinaps dalam satu milimeter kubik korteks visual tikus.
Dikutip dari laman neurosciencenews edisi Rabu (9/4), berkat bantuan mikroskopi mutakhir, kecerdasan buatan (AI), dan rekonstruksi 3D, para peneliti berhasil “menangkap” lebih dari 200.000 sel dan lebih dari 500 juta koneksi.
Penelitian ini mengungkap prinsip-prinsip mengejutkan tentang organisasi otak, termasuk perilaku sel penghambat baru dan koordinasi di seluruh jaringan. Pencapaian ini menyediakan alat dasar untuk memahami fungsi otak, kecerdasan, dan gangguan neurologis.
Dampak ilmiah penemuan ini menawarkan wawasan baru tentang penyakit otak dan model kecerdasan. Dari sampel jaringan yang sangat kecil, yang tidak lebih besar dari sebutir pasir, para ilmuwan telah berhasil mencapai tujuan yang dulunya dianggap mustahil tercapai yaitu menyusun diagram jaringan fungsional yang lengkap dari sebagian otak.
Pada tahun 1979, ahli biologi molekular terkenal, Francis Crick, menyatakan bahwa amat mustahil untuk membuat diagram jaringan yang tepat untuk satu milimeter kubik jaringan otak dan cara semua neuronnya bekerja. Namun selama tujuh tahun terakhir, tim peneliti global yang terdiri lebih dari 150 ahli saraf dan ilmuwan telah membuat terobosan untuk membuat hal yang mustahil itu menjadi kenyataan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui Proyek Kecerdasan Mesin dari Jaringan Kortikal (Machine Intelligence from Cortical Networks/MICrONS), mereka telah membangun diagram jaringan otak mamalia yang paling terperinci hingga saat ini.
Diagram jaringan otak beserta datanya itu tercatat ukuran memori sebesar 1,6 petabyte (setara dengan 22 tahun tayangan video HD tanpa henti), dan menawarkan wawasan yang belum pernah terlihat sebelumnya tentang fungsi otak dan organisasi sistem visual.
“Penemuan MICrONS yang dipublikasikan dalam edisi khusus Nature ini merupakan momen penting bagi ilmu saraf, yang sebanding dengan Proyek Genom Manusia dalam potensi transformatifnya,” kata David A Markowitz, mantan manajer program IARPA yang mengkoordinasikan pekerjaan ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para ilmuwan di Baylor College of Medicine memulai proyek ini dengan menggunakan mikroskop khusus untuk merekam aktivitas otak dari bagian satu milimeter kubik korteks visual tikus saat hewan tersebut menonton berbagai film dan klip YouTube.
Setelah itu, para peneliti di Institut Allen mengambil milimeter kubik otak yang sama dan mengirisnya menjadi lebih dari 25.000 lapisan, yang masing-masing lebarnya 1/400 rambut manusia, dan menggunakan serangkaian mikroskop elektron untuk mengambil gambar beresolusi tinggi dari setiap irisan.
Akhirnya, tim lain di Universitas Princeton menggunakan kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin untuk merekonstruksi sel dan koneksinya menjadi 3D.
Dikombinasikan dengan rekaman aktivitas otak, hasilnya adalah diagram jaringan dan peta fungsional otak terbesar hingga saat ini, yang berisi lebih dari 200.000 sel, empat kilometer akson (cabang yang menjangkau sel lain) dan 523 juta sinapsis (titik koneksi antara sel).
“Di dalam titik kecil itu terdapat keseluruhan arsitektur seperti hutan yang sangat indah,” kata Clay Reid, peneliti senior dan salah satu pendiri awal konektomika mikroskop elektron yang membawa bidang sains ini ke Allen Institute 13 tahun yang lalu.
“Ia memiliki berbagai macam aturan koneksi yang kita ketahui dari berbagai bagian ilmu saraf, dan dalam rekonstruksi itu sendiri, kita dapat menguji teori-teori lama dan berharap menemukan hal- hal baru yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya.”
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!