Korsel Lepaskan Tembakan pada Pasukan Korut

Rabu, 09 Apr 2025, 02:30 WIB

SEOUL - Militer Korea Selatan (Korsel) pada Selasa (8/4) mengatakan bahwa pasukannya telah melepaskan tembakan peringatan ketika sekitar 10 tentara Korea Utara (Korut) melintasi perbatasan yang membelah semenanjung yang dijaga ketat.

Pasukan Korut tersebut terlihat melintas sekitar pukul 5 sore waktu setempat di zona demiliterisasi antara kedua negara, yang sebagian wilayahnya dipenuhi ranjau dan ditumbuhi tanaman liar. Beberapa prajurit Korut yang melintasi perbatasan itu terpantau membawa senjata dan mengenakan rompi antipeluru.

Ket. Foto: Juru bicara JCS, Lee Sung-jun — Sumber: Yonhap

"Militer kami melakukan siaran peringatan dan melepaskan tembakan peringatan, dan tentara Korut bergerak mundur ke utara," kata Kepala Staf Gabungan (JCS) Seoul dalam sebuah pernyataan.

"Militer kami memantau dengan cermat pergerakan tentara Korut dan mengambil tindakan yang diperlukan," imbuh JCS.

Tahun lalu pasukan Korut melakukan serangkaian serangan kecil di perbatasan, yang menurut Seoul saat itu kemungkinan tidak disengaja. Namun pada Senin (7/4) kemarin, militer Korsel menandai adanya aktivitas tidak biasa oleh tentara Korut.

Insiden ini terjadi beberapa hari setelah pengadilan Seoul mencopot Presiden Yoon Suk-yeol dari jabatannya, yang mendorong diadakannya pemilihan cepat pada tanggal 3 Juni.

Hubungan antara kedua Korea berada pada salah satu titik terendah dalam beberapa tahun dan Pyongyang sebelumnya telah melakukan peluncuran misil atau provokasi lain di sekitar waktu peristiwa penting di Korsel.

Sekitar 1.500 tentara Korut terlihat melakukan operasi pembersihan lahan dan memasang kawat berduri di daerah garis depan, kata juru bicara JCS Lee Sung-jun, Senin.

"Militer Korut saat ini sedang melakukan pelatihan," kata Lee. "Diharapkan segera ada pelatihan taktis atau inspeksi evaluasi," imbuh dia.

Sementara itu para petinggi Korsel mengatakan bahwa pihaknya siap menghadapi tindakan apa pun oleh Korut setelah Yoon dicopot dari jabatannya.

Kedua negara secara teknis masih berperang karena konflik 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

Karena hubungan yang memburuk, tahun lalu pihak Pyongyang meledakkan jalan raya dan rel kereta yang menghubungkan Korut dengan Korsel dan memperkuat area perbatasan dengan lebih banyak ranjau.

Kedua belah pihak pun saling menyalahkan atas balon-balon yang diterbangkan melintasi perbatasan masing-masing, serta menyiarkan siaran radio yang memekakkan telinga dari satu sama lain.

Seoul juga merasa khawatir dengan menghangatnya hubungan antara Pyongyang dan Moskwa, setelah keduanya menandatangani perjanjian pertahanan bersama tahun lalu. Pihak Korut kemudian mengirim ribuan tentara dan senjata untuk membantu Russia berperang melawan Ukraina. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Berbagai Sumber, Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.