Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Revisi ARB dan Trading Halt, Upaya BEI Pulihkan Kepercayaan Pasar

📅 Selasa, 08 Apr 2025, 14:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Revisi ARB dan Trading Halt, Upaya BEI Pulihkan Kepercayaan Pasar Doc: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Ket. Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025).

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membekukan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan pada pukul 09.00.00 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS), setelah penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melebihi 8 persen. Perdagangan dilanjutkan sekitar pukul 09:30.00 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.

Ketentuan pelaksanaan trading halt dan tertuang pada Surat Keputusan Direksi tanggal 8 April 2025 Nomor: Kep-00002/BEI/04-2025 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat dan Nomor Kep-00003/BEI/04-2025 perihal Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. Penyesuaian ketentuan pelaksanaan trading halt dilakukan sebagai upaya BEI untuk memberikan ruang likuiditas yang lebih luas bagi investor dalam menentukan strategi investasi dengan mempertimbangkan informasi yang ada.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman meyakini penyesuaian ketentuan penghentian sementara perdagangan efek (trading halt) dan batasan persentase auto rejection bawah (ARB) dapat meningkatkan kepercayaan investor di pasar modal Indonesia.

"Mudah-mudahan bisa memberikan confidence tambahan kepada para investor di pasar modal," ujar Iman saat sesi konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (8/4).

Adapun, ketentuan trading halt saat ini sebagai berikut:

Dalam hal terjadi penurunan IHSG dalam satu hari Bursa yang sama, Bursa melakukan tindakan sebagai berikut:

1. Trading halt selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan hingga lebih dari 8 persen.

2. Trading halt selama 30 menit apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 15 persen.

3. Trading suspend apabila IHSG mengalami penurunan lanjutan hingga lebih dari 20 persen dengan ketentuan sebagai berikut :

  • Sampai akhir sesi perdagangan; atau
  • Lebih dari 1 (satu) sesi perdagangan setelah mendapat persetujuan atau perintah OJK

Iman menyampaikan penyesuaian ketentuan itu merupakan strategi yang dilakukan oleh BEI untuk mengantisipasi volatilitas pasar seiring kebijakan tarif impor oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

“Ini adalah beberapa strategi yang dilakukan oleh BEI untuk mengantisipasi apa yang terjadi, dengan penerapan tarif di global," ujar Iman.

Sebelumnya, BEI juga telah menerbitkan aturan yaitu memberikan izin terhadap perusahaan tercatat untuk melakukan aksi buyback saham tanpa rapat umum pemegang saham (RUPS).

"Kita berharap likuiditas kita bisa terus meningkat. Tidak hanya dilakukan oleh investor institusi maupun perorangan, tapi permintaan kita bertambah dengan adanya buyback yang dilakukan oleh korporasi," ujar Iman.

Dalam jangka panjang, ia melanjutkan pihaknya juga melihat potensi untuk melakukan diversifikasi tiga produk, di antaranya seperti structured warrant, single stock futures (SSF), serta kontrak berjangka instrumen asing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
PSIM Yogyakarta Bertekad Ak...
Daerah
Siswa di Kendari Jalani Pem...
Nasional
Pemulihan Fasilitas Pendidi...
Nasional
Pemerintah Masifkan Penanga...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.