Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepanikan Pasar Makin Dalam Seiring Tindakan Balasan Tiongkok terhadap Tarif Trump

📅 Senin, 07 Apr 2025, 11:35 WIB | Oleh:
Kepanikan Pasar Makin Dalam Seiring Tindakan Balasan Tiongkok terhadap Tarif Trump Doc: AP
Ket. Pedagang mata uang mengamati monitor di layar yang menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) di ruang transaksi valuta asing kantor pusat KEB Hana Bank di Seoul, Korea Selatan, Senin, 7 April 2025.

TOKYO - Aksi jual melanda pasar global pada hari Senin (7/4), karena Presiden AS Donald Trump menolak untuk mengalah terkait tarif imporyang tinggi meski Tiongkok membalas serta ancaman resesi global.

Negara-negara di seluruh dunia berupaya keras untuk mengurangi tarif baru AS, namun Beijing memberi sinyal akan mengambil tindakan tegas terhadap pungutan tersebut, yang meningkatkan perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia.

Trump menggandakan tuntutannya untuk memangkas defisit dengan mitra dagang AS. Dia mengatakan tidak akan membuat kesepakatan apa pun kecuali masalah itu diselesaikan.

"Kadang-kadang Anda harus minum obat untuk memperbaiki sesuatu," kata Trump pada hari Minggu (6/4).

Ia mengatakan kepada wartawan di atas Air Force One bahwa para pemimpin dunia "sangat ingin membuat kesepakatan."

Minggu lalu, Trump mengumumkan tarif dasar impor 10 persen pada barang-barang yang masuk ke Amerika Serikat dan tarif yang lebih tinggi untuk banyak negara termasuk sekutu Uni Eropa, Jepang, dan Taiwan.

Sebagian besar negara tidak melakukan pembalasan, tetapi Tiongkok mengumumkan pada hari Jumat, setelah pasar Asia tutup, kebijakan tarif pembalasan sebesar 34 persen pada semua barang AS mulai 10 April. 

"(Ini) adalah perang ekonomi dengan kekuatan tumpul," kata Stephen Innes dari SPI Asset Management.

"Pasar memberi tahu Anda dengan bahasa yang jelas: permintaan global menghilang, dan resesi global sudah di depan mata dan akan segera terjadi," kata Innes.

Triliunan dollar telah hilang dari pasar saham di seluruh dunia, dan pada hari Senin pasar saham Asia mengalami pukulan yang lebih berat karena investor beralih ke aset yang lebih aman.

Di Jepang, Nikkei turun drastis hingga 6,5 ??persen, dan turun hampir delapan persen pada awal perdagangan. 

Di Hong Kong, Hang Seng anjlok hampir 10 persen dan Shanghai Composite lebih dari empat persen. 

Indeks utama Taiwan -- seperti di Hong Kong dan Shanghai ditutup pada hari Jumat -- anjlok hampir 10 persen dan Singapura 8,5 persen.

Kontrak berjangka untuk papan utama Bursa Efek New York turun tajam pada hari Minggu, menunjukkan penurunan lebih lanjut bagi saham-saham Wall Street yang terpukul ketika pasar dibuka hari Senin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Open Base Lanud Hang Nadim

16 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Open Base Lanud Hang Nadim
Ekonomi
Pemasangan jaring untuk pro...
Nasional
Kapal Qi Jiguang dan Kunlun...

Karapan sapi di Bangkalan Madura

20 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Karapan sapi di Bangkalan M...
Rona
Pameran seni rupa karya sen...
Megapolitan
Pendaftaran Kartu Layanan G...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Megapolitan
Pemprov DKI hentikan sistem...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.