Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dishub DIY: 2,3 Juta Kendaraan Masuk DIY di Lebaran 2025

📅 Senin, 07 Apr 2025, 20:55 WIB | Oleh:
Dishub DIY: 2,3 Juta Kendaraan Masuk DIY di Lebaran 2025 Doc: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Ket. Foto udara kendaraan antre di simpang keluar tol Prambanan, Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (4/4/2025).

YOGYAKARTA - Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat sebanyak 2.363.557 kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat memasuki wilayah DIY sejak dimulainya masa angkutan Lebaran 2025 hingga 6 April.

"Secara akumulasi dari 24 Maret 2025 sampai kemarin (H+5), sebanyak 2.363.557 kendaraan masuk, sedangkan yang keluar 2.315.164 kendaraan," ujar Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Sumariyoto saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Senin.

Sumariyoto menjelaskan, pada puncak arus balik Lebaran 2025 pada Minggu, 6 April 2025 atau H+5 Lebaran, pihaknya masih mencatat sebanyak 195.665 kendaraan masuk ke DIY.

Jumlah tersebut terdiri atas 114.259 unit sepeda motor, 77.331 mobil pribadi, 2.233 bus, dan 1.842 truk.

Sementara, kendaraan yang keluar DIY pada hari yang sama mencapai 180.887 unit, dengan mobil pribadi menjadi kendaraan terbanyak meninggalkan provinsi ini.

Menurut dia, Dishub DIY memantau pergerakan kendaraan melalui lima titik pantau utama, yaitu Tempel di sisi utara, Wates di barat, Prambanan di timur, Piyungan di selatan, dan Exit Tol Kedulan.

Pada puncak arus balik 6 April 2025, Prambanan tercatat sebagai jalur dengan volume kendaraan masuk tertinggi mencapai 68.099 kendaraan. Tempel menyusul dengan 58.786 kendaraan, kemudian Piyungan sebanyak 36.945 kendaraan, dan Wates 31.837 kendaraan.

Selain kendaraan pribadi, dia mencatat pergerakan penumpang angkutan umum di DIY juga terpantau cukup tinggi.

Secara kumulatif, Dishub DIY mencatat sebanyak 427.535 penumpang datang ke DIY selama masa lebaran, sedangkan 414.985 penumpang tercatat berangkat.

Khusus pada 6 April, menurut dia, penumpang yang datang paling banyak tercatat melalui stasiun kereta api sebanyak 21.277 orang, sedangkan jumlah penumpang berangkat paling tinggi melalui terminal mencapai 23.472 orang.

Meski volume kendaraan dan penumpang masih tinggi, dia memperkirakan arus lalu lintas tahun ini secara umum lebih landai jika dibandingkan dengan periode Lebaran 2024.

"Kalau secara umum, kayaknya menurun dibanding tahun lalu," ujar Sumariyoto.

Kendati tidak merinci besaran penurunannya, ia menyebut kecenderungan arus mudik dan balik tahun ini tidak sepadat tahun sebelumnya.

Pantauan arus balik, kata Sumariyoto, masih akan dilakukan hingga Selasa (8/4) seiring berakhirnya kebijakan "work from anywhere (WFA)" bagi aparatur sipil negara (ASN).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.