Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tahura Raden Soerjo Tutup Wisata Pasca-Longsor di Jalur Pacet-Cangar

📅 Kamis, 03 Apr 2025, 22:34 WIB | Oleh:
Tahura Raden Soerjo Tutup Wisata Pasca-Longsor di Jalur Pacet-Cangar Doc: ANTARA/HO-BPBD Kota Batu
Ket. Petugas gabungan, termasuk dari BPBD Kota Batu, Jawa Timur melakukan penanganan bencana tanah longsor yang terjadi di jalur Pacet-Cangar, Kamis (3/4/2025).

Malang, Jawa Timur - UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo menutup empat lokasi wisata usai terjadinya bencana tanah longsor di jalur Pacet-Cangar yang terjadi pada Kamis (3/4).

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Ahmad Wahyudi di Malang, Jawa Timur, mengatakan sebanyak empat lokasi wisata yang ditutup yakni Pemandian Air Panas Cangar, Coban Watu Ondo, Coban Watu Lumpang, dan Wisata Panorama Putung Sewu.

"Iya (empat tempat wisata) ditutup, benar (karena tanah longsor)," kata Wahyudi.

UPT Tahura Raden Soerjo mengumumkan penutupan Pemandian Air Panas Cangar, Coban Watu Ondo, Coban Watu Lumpang, dan Wisata Panorama Putung Sewu, melalui Surat Pengumuman Nomor : 522/303/123.7.2/2025.

Surat yang terbit per hari ini menyatakan bahwa penutupan lokasi wisata karenaadanya cuaca ekstrem, hujan deras, dan potensi longsor di sepanjang Jalan Raya Pacet Cangar.

Melalui surat itu pihak tahura juga menyatakan bahwa penutupan dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Wahyu menjelaskan tanah longsor menyebabkan akses menuju lokasi empat tempat wisata tertimbun material tanah longsor, sehingga tidak bisa dilintasi kendaraan.

Lebih lanjut dia menegaskan proses pembersihan jalur yang juga menjadi penghubung antara Kabupaten Mojokerto dan Kota Batu akan dilanjutkan Jumat (4/4). "Masih dalam proses pembersihan dan dilanjutkan besok," ucap dia.

Ketika tanah longsor terjadi, kata dia, Pemandian Air Panas Cangar, Coban Watu Ondo, Coban Watu Lumpang, dan Wisata Panorama Putung Sewu masih beroperasi.

Kendati demikian Wahyu memastikan tidak ada satupun wisatawan di masing-masing lokasi wisata yang menjadi korban tanah longsor tersebut.

"Wisatawan aman, karena longsor yang terjadi bukan di tempat wisatanya, tetapi di antara Air Terjun Watulumpang dan Watuondo," ujar dia.

Berdasarkan rekaman video yang diunggah di salah satu akun media sosial Instagram memperlihatkan awal mula kejadian tanah longsor.

Video yang diduga berasal dari kamera di dashboard salah satu mobil memperlihatkan kondisi hujan mengguyur lokasi tersebut, hingga pada akhirnya tanah di bagian tebing sisi kanan jalan secara tiba-tiba runtuh ke jalan. Material longsor menutup keseluruhan badan jalan.

Dari unggahan video lainnya, memperlihatkan beberapa orang petugas gabung telah tiba di lokasi untuk meninjau dan mulai melakukan penanganan. Kejadian tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.