Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump: AS akan Membantu Penanggulangan Gempa Myanmar-Thailand

📅 Sabtu, 29 Mar 2025, 11:33 WIB | Oleh:
Trump: AS akan Membantu Penanggulangan Gempa Myanmar-Thailand Doc: AP
Ket. Presiden Donald Trump tiba dengan Air Force One di Bandara Internasional Palm Beach, Florida Jumat, 28 Maret 2025.

WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Jumat (28/3), AS akan membantu dalam penanggulangan gempa bumi mematikan di Asia Tenggara.

Namun, seperti dilaporkan Associated Press, dampak pemotongan besar-besaran bantuan luar negeri oleh pemerintahannya melalui Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) dan Departemen Luar Negeri kemungkinan akan diuji dalam respons terhadap bencana alam besar pertama dalam masa jabatan keduanya.

Sarah Charles, mantan pejabat senior USAID yang mengawasi tim tanggap bencana dan keseluruhan kerja kemanusiaan di bawah pemerintahan Biden, mengatakan sistem saat ini “berantakan”, tanpa orang atau sumber daya untuk bergerak cepat mengeluarkan korban selamat dari bangunan yang runtuh dan menyelamatkan nyawa.

Gempa dahsyat mengguncang Myanmar dan negara tetangga Thailand pada hari Jumat, menewaskan sedikitnya 150 orang dan mengubur yang lainnya di bawah reruntuhan gedung-gedung tinggi.

Ketika ditanya wartawan di Washington tentang gempa tersebut, Trump mengatakan: "Kami akan membantu. Kami telah memberi tahu masyarakat. Ya, apa yang terjadi sungguh mengerikan."

Di Departemen Luar Negeri, juru bicara Tammy Bruce mengatakan kepada wartawan bahwa pemerintah AS akan menggunakan permintaan bantuan dan laporan dari wilayah tersebut untuk membentuk responsnya terhadap gempa bumi.

“USAID telah menyiapkan tim ahli bencana yang memiliki kapasitas untuk merespons jika terjadi bencana,” kata Bruce. “Tim ahli ini menyediakan bantuan segera, termasuk makanan dan air minum yang aman, yang dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa setelah bencana.”

Meskipun ada pemotongan, “tidak ada dampak pada kemampuan kami untuk melaksanakan tugas tersebut,” kata Bruce.

Namun, pada hari Jumat pula, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan rekan Elon Musk yang sekarang menduduki posisi senior di USAID, Jeremy Lewin, memberi tahu staf dan Kongres bahwa mereka akan memecat sebagian besar staf USAID yang tersisa dan memindahkan program-program lembaga yang masih ada di bawah Departemen Luar Negeri.

Pemerintahan Trump, yang bekerja sama dengan tim Musk, telah memangkas bantuan asing sejak Trump menjabat pada 20 Januari. Pemecatan massal dan cuti paksa serta ribuan pemutusan kontrak mendadak telah menyebabkan banyak bantuan global dan pekerjaan pembangunan menjadi krisis, dengan mitra AS berebut untuk mengisi lubang yang ditinggalkan oleh USAID dan miliaran dolar yang terutang untuk pekerjaan sebelumnya.

Setelah gempa bumi tahun 2023 di Turki dan Suriah, tim sipil yang didukung USAID dari Los Angeles dan Fairfax, Virginia, yang terampil dalam pencarian dan penyelamatan perkotaan bergegas ke tempat kejadian untuk membantu menyelamatkan korban selamat dari reruntuhan.

"Tim-tim itu biasanya dapat berangkat dalam waktu 24 jam," kata Charles.

Namun, sementara intervensi oleh anggota parlemen dan pihak lain menjaga kontrak untuk tim pencarian dan penyelamatan sipil tetap utuh, kontrak untuk transportasi khusus yang dibutuhkan untuk mengangkut tim pencari, anjing, dan peralatan berat ke daerah bencana diyakini telah diputus, kata Charles.

Sementara itu, pemangkasan staf di USAID telah “menghancurkan” tim-tim yang biasanya berkoordinasi dengan sekutu untuk menargetkan upaya penyelamatan dan respons di lapangan, kata Charles.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.