Gempa Myanmar Diakibatkan Pergeseran Tanah Horizontal
📅 Sabtu, 29 Mar 2025, 20:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: NHK
TOKYO - Badan Meteorologi Jepang mengatakan gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Myanmar tengah pada Jumat (28/3) disebabkan oleh pergeseran tanah horizontal, yang disebut sesar mendatar.
Badan tersebut mengatakan jenis patahan ini sama dengan patahan yang menyebabkan gempa kuat di Prefektur Kumamoto, Jepang barat daya, pada 2016.
Dikatakan, besaran gempa Jumat di Myanmar sama dengan gempa Semenanjung Noto pada 1 Januari 2024, yang tercatat bermagnitudo 7,6.
Badan tersebut mengatakan bahwa wilayah yang membentang dari Myanmar hingga Tiongkok sebelumnya pernah dilanda gempa bermagnitudo level 7.
Gempa pada Jumat (28/3) itu juga meruntuhkan gedung 30 lantai yang sedang dibangun di ibu kota Thailand, Bangkok, yang berjarak lebih dari 1.000 kilometer.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Badan tersebut menyatakan kemungkinan bahwa pergerakan tanah periode panjang akibat gempa tersebut mengguncang gedung tinggi yang jauh dari episentrum itu. Pergerakan tanah periode panjang" melibatkan getaran kuat dari gempa dahsyat yang menjalar dari jarak jauh,” lapor kantor berita NHK, Sabtu (29/3).
Dalam Gempa Besar Jepang Timur tahun 2011, gedung-gedung pencakar langit di Tokyo dan Osaka yang jauh dari pusat gempa bergoyang karena efek gerakan tersebut. NHK/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!