Penyebab dan Cara Pengobatan Hipertensi di Usia Muda
📅 Rabu, 26 Mar 2025, 14:51 WIB | Oleh: Redaktur_iklan
Doc: iStockphoto/EyeEm
JAKARTA - Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) pafikarokab.org aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab terjadinya hipertensi di usia muda yang sering menjadi keluhan bagi masyarakat, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.
Hipertensi di usia muda adalah kondisi tekanan darah tinggi yang terjadi pada individu berusia muda, biasanya di bawah usia 40 tahun. Meskipun hipertensi lebih umum terjadi pada usia lanjut, peningkatan kasus di kalangan anak muda telah menjadi perhatian serius dalam beberapa tahun terakhir.
PAFI salah satu organisasi kesehatan terkemuka dan peduli kesehatan masyarakat Indonesia. Organisasi kesehatan ini terus berupaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia melalui pelayanan farmasi yang berkualitas.
Apa saja faktor utama penyebab hipertensi di usia muda?
Hipertensi pada usia muda dapat meningkat secara bertahap dan seringkali tidak menimbulkan gejala yang jelas pada awalnya, gejala hipertensi seringkali sulit untuk diketahui secara langsung. Hipertensi di usia muda sering disebut sebagai "pembunuh diam-diam" karena dapat merusak organ tubuh tanpa disadari. Berikut adalah beberapa faktor penyebab utama mengapa hipertensi dapat terjadi pada usia muda yang perlu diperhatikan meliputi:
Sebaiknya Anda baca juga:
1. Faktor genetik atau riwayat keluarga
Adapun faktor penyebab penyakit hipertensi pada usia muda adalah faktor riwayat keluarga. Riwayat keluarga dengan hipertensi dapat meningkatkan risiko pada anak muda. Jika orang tua atau saudara kandung memiliki riwayat hipertensi, maka risiko anak muda mengalami kondisi yang sama juga lebih tinggi. Faktor genetik mempengaruhi bagaimana tubuh mengatur tekanan darah dan respons terhadap stres.
2. Obesitas atau kelebihan berat badan
Sebaiknya Anda baca juga:
Berat badan berlebih meningkatkan risiko hipertensi karena resistensi insulin dan gangguan pembuluh darah. Obesitas seringkali disertai dengan peningkatan tekanan darah, yang dapat berlanjut menjadi hipertensi jika tidak diatasi. Obesitas juga terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan diabetes, yang semuanya berkontribusi pada peningkatan tekanan darah.
3. Gaya hidup tidak sehat
Pola makan buruk, kurang aktivitas fisik, dan stres adalah faktor-faktor yang berkontribusi pada risiko hipertensi. Konsumsi makanan tinggi garam, lemak jenuh, dan gula dapat memperburuk kondisi ini. Kurangnya aktivitas fisik juga berperan dalam meningkatkan risiko hipertensi karena kurangnya stimulasi pada jantung dan pembuluh darah.
4. Konsumsi garam berlebihan
Mengonsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah karena garam dapat menyimpan cairan di dalam tubuh, yang kemudian meningkatkan volume darah dan tekanan pada pembuluh darah. Konsumsi garam yang berlebihan juga dapat memperburuk kondisi hipertensi yang sudah ada.
5. Stres dan cemas berlebihan
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!