Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mesin Industri Tak Berhenti, Manufaktur Terus Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Global

📅 Rabu, 26 Mar 2025, 14:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mesin Industri Tak Berhenti, Manufaktur Terus Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Global Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Aktivitas industri manufaktur.

JAKARTA – Kinerja manufaktur ekspansif berarti sektor manufaktur suatu negara sedang mengalami pertumbuhan dan peningkatan aktivitas produksi. Istilah ini sering dikaitkan dengan Indeks Manajer Pembelian (PMI – Purchasing Managers’ Index), yang digunakan untuk mengukur aktivitas manufaktur.

Tanda-tanda manufaktur ekspansif meliputi, peningkatan produksi; naiknya permintaan dan pesanan baru; penyerapan tenaga kerja; meningkatnya investasi; dan optimisme pelaku usaha.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan pengusaha industri manufaktur tetap mencatatkan optimismenya di tengah dinamika tekanan perekonomian, seperti masifnya produk impor dan perang tarif yang dampaknya mulai dirasakan industri nasional.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif di Jakarta, Rabu (26/3), menyatakan optimisme pelaku industri manufaktur tersebut tercermin dari laporan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada bulan Maret 2025 yang masih berada di level ekspansi yakni di angka 52,98 poin.

Febri mengatakan ekspansi IKI bulan Maret ini ditopang oleh geliat dari 21 subsektor dengan kontribusi terhadap PDB industri pengolahan nonmigas pada triwulan IV tahun 2024 mencapai 96,5 persen.

"Untuk dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi adalah industri percetakan dan reproduksi media rekaman, serta industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional, sedangkan dua subsektor yang mengalami kontraksi adalah industri furnitur, serta industri karet, barang dari karet dan plastik," ujar dia.

Febri mengatakan IKI bulan Maret juga dipengaruhi oleh ekspansinya seluruh variabel pembentuk IKI yaitu pesanan baru, produksi dan persediaan.

Pihaknya mencatat variabel produksi mengalami peningkatan ekspansi sebesar 0,66 poin dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 51,21.

Demikian juga dengan variabel persediaan yang tetap ekspansi dengan peningkatan sebesar 0,34 poin dibanding bulan lalu menjadi 53,86.

Meski demikian apabila dibandingkan secara bulanan (month to month), IKI Maret mengalami perlambatan sebesar 0,17 poin.

Disampaikan Febri, perlambatan IKI pada Maret ini salah satunya karena adanya libur Lebaran, yang biasanya produksi ikut mengalami penurunan.

"Perusahaan meningkatkan produksinya dua atau tiga bulan sebelum Ramadhan dan Lebaran untuk dapat memenuhi peningkatan permintaan hingga Lebaran. Kami juga mendapatkan laporan penurunan penjualan produk makanan dan minuman serta tekstil dan produk tekstil beberapa hari menjelang Lebaran dan liburan setelah Lebaran," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Setelah AGI, Dunia Harus Si...

Masa Depan Bursa Dipertaruhkan

53 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Luar Negeri
Prancis Konfirmasi Kasus Eb...

Data Biometrik SIM Benarkah Mampu Meningkatkan Keamanan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Data Biometrik SIM Benarkah...
Daerah
Perilaku Konsumtif dan Kebi...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.