Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspada Tingkat Tinggi terhadap Risiko Perang Dagang, RI Perlu Diversifikasi Pasar Ekspor

📅 Selasa, 25 Mar 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Waspada Tingkat Tinggi terhadap Risiko Perang Dagang, RI Perlu Diversifikasi Pasar Ekspor Doc: istimewa
Ket. Perang Dagang l Sejumlah Negara yang Terkena Tarif Tinggi Berencana Membalas

JAKARTA - Pemerintah harus waspada terhadap kebijakan pengenaan tarif tinggi oleh Amerika Serikat (AS) lantaran Indonesia meraup surplus perdagangan dalam perdagangan bilateral. Selain melakukan renegosiasi dengan AS, langkah diversifikasi ekspor perlu dilakukan.

Pengamat Kebijakan Publik Fitra, Badiul Hadi mengatakan kebijakan tarif AS tersebut membuat khawatir sejumlah negara, seperti Jerman, Tiongkok, Meksiko, dan Kanada. Selama ini negara tersebut menikmati surplus perdagangan dengan AS.

Kebijakan AS itu berdampak pada biaya ekspor yang lebih tinggi dan mahal. Dengan begitu, harga barang mereka lebih mahal, dan bisa kehilangan pasar karena kalah bersaingnya denganp produk lokal.

"Tarif yang tinggi juga dapat berimbas pada permintaan barang (impor) dari konsumen atau pebisnis AS. Dampaknya bisa pelemahan ekonomi dan memburuknya industri manufaktur bagi negara eksportir," ujar Badiul pada Koran Jakarta, Senin (24/3).

Selain itu, sejumlah negara yang terkena tarif tinggi, termasuk Eropa, berencana membalas kebijakan AS dengan langkah serupa Trump. "Retaliasi ini bisa memperburuk ketidakpastian ekonomi global dan merugikan semua pihak," terang Badiul.

Menurut Badiul, situasi ini bisa dimanfaatkan Indonesia untuk memperkuat kerja sama bisnis dengan AS. "Tentunya dengan mempertimbangkan stabilitas ekonomi kawasan juga," ujarnya.

Dia mencontohkan, selama ini Indonesia mendapat fasilitas Generalized System of Preferences (GSP), dimana beberapa waktu lalu sempat ditinjau ulang untuk dicabut sama Presiden AS Donald Trump, kalau pencabutan itu terjadi eksportir Indonesia akan kena dampak tarif tinggi. "Saat ini penting bagiPemerintah Indonesia menjadikan ini kesempatan untuk melakukan renegosiasi. Perang dagang membuat volume perdagangan internasional terkontraksi," ungkap Badiul.

Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya YB. Suhartoko menjelaskan neraca transaksi berjalan AS yang terdiri dari neraca perdagangan barang dan jasa serta pendapatan modalselama ini memang mengalami defisit.

Neraca transaksi berjalan AS rata-rata defisit61,91 miliar dollar AS dari 1960 hingga 2024, mencapai rekor terbaik surplus sebesar 9,96 miliar dollar AS pada kuartal I-1991 dan rekor terendah defisit 310,95 miliar dollar AS pada kuartal III-2024.

Berkaitan dengan itu, Donald Trump melakukan kebijakan restriksi impor dengan mengenakan tarif tinggi agar industri domestiknya kompetitif dengan negara lain.

Tindakan AS juga akan dibalas negara lain yang dikenai tarif impor. Kanada, Meksiko dan Tiongkok sudah terang terangan akan membalasanya. Hal ini juga akan berdampak pada industri ASyang berorientasi ekspor.

Perkuat Daya Saing

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah Istimewa Yogyakarta (KADIN DIY), Robby Kusumaharta menilai, dengan tarif tinggi, produk impor menjadi lebih mahal, sehingga konsumen cenderung beralih ke produk lokal.

"Hal ini akan mendorong pertumbuhan industri dalam negeri AS dan meningkatkan pendapatan negara dari pajak impor,” kata Robby.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.