Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekonomi Kian Cair, Total Uang Beredar M2 Tembus Rp9.239 Triliun

📅 Jumat, 21 Mar 2025, 13:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekonomi Kian Cair, Total Uang Beredar M2 Tembus Rp9.239 Triliun Doc: ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah.
Ket. Petugas menyusun yang dolar AS dan rupiah di sebuah bank di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (21/2/2025).

JAKARTA - Jumlah total uang yang beredar dalam perekonomian (baik dalam bentuk uang tunai maupun simpanan di bank) mengalami peningkatan signifikan, selama bulan kedua tahun ini.

Bank Indonesia biasanya mengawasi pertumbuhan uang beredar agar tetap seimbang dengan kebutuhan ekonomi dan tidak memicu ketidakstabilan harga.

Bank Indonesia (BI) melaporkan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Februari 2025 tumbuh lebih tinggi, mencapai Rp9.239,9 triliun.

“Posisi M2 pada Februari 2025 tercatat sebesar Rp9.239,9 triliun atau tumbuh sebesar 5,7 persen year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Januari 2025 sebesar 5,5 persen (yoy),” kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso di Jakarta, Jumat (20/3).

Bank Indonesia mencatat, perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 7,4 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 1,8 persen (yoy).

Perkembangan M2 pada Februari 2025 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih.

Penyaluran kredit pada Februari 2025 tumbuh sebesar 9,0 persen (yoy), relatif stabil dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya.

Dalam hal ini, kredit yang diberikan hanya dalam bentuk pinjaman (loans), dan tidak termasuk instrumen keuangan yang dipersamakan dengan pinjaman, seperti surat berharga (debt securities), tagihan akseptasi (banker's acceptances), dan tagihan repo.

Selain itu, kredit yang diberikan tidak termasuk kredit yang diberikan oleh kantor bank umum yang berkedudukan di luar negeri, dan kredit yang disalurkan kepada pemerintah pusat dan bukan penduduk.

Adapun aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 4,1 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Januari 2025 sebesar 2,4 persen (yoy).

Di sisi lain, tagihan bersih kepada pemerintah pusat (pempus) terkontraksi sebesar 5,7 persen (yoy), setelah pada bulan sebelumnya terkontraksi sebesar 14,1 persen (yoy).

Sementara itu, uang primer (M0) adjusted pada Februari 2025 tercatat sebesar Rp1.882,7 triliun atau tumbuh 13,0 persen (yoy), relatif stabil dibandingkan pertumbuhan pada Januari 2025 sebesar 13,2 persen (yoy).

Berdasarkan komponen M0 adjusted, uang kartal tumbuh sebesar 9,8 persen (yoy), sementara giro bank umum di BI adjusted tumbuh sebesar 5,1 persen (yoy).

Sebagai informasi, uang primer (M0) adjusted menggambarkan perkembangan uang primer yang telah mengisolasi dampak penurunan giro bank di Bank Indonesia akibat pemberian insentif likuiditas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.