Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investor Waspada! Rupiah Melemah, Rabu (19/3), Menanti Langkah The Fed

📅 Rabu, 19 Mar 2025, 16:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Investor Waspada! Rupiah Melemah, Rabu (19/3), Menanti Langkah The Fed Doc: ANTARA FOTO/ Dhemas Reviyanto.
Ket. Petugas menunjukkan mata uang rupiah dan dollar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta.

JAKARTA – Kurs rupiah kembali melemah dalam perdagangan tengah pekan ini dan bahkan melampaui target dalam asumsi makro APBN 2025 di level Rp16.000 per dolar AS . Pelemahan tersebut menambah deret panjang catatan negatif dari mata uang garuda.

Untuk itu, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) perlu segera mengatasi pelemahan tersebut. Jika terus berlarut-larut, pelemahan rupiah dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas ekonomi nasional.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menyatakan pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi hasil pertemuan Federal Reserve (The Fed) mengenai kebijakan suku bunga yang akan dirilis besok.

“Rupiah hari ini diperkirakan ditutup melemah di kisaran Rp16.480 - Rp16.540 dipengaruhi oleh faktor global terkait hasil pertemuan The Fed mengenai arah kebijakan suku bunga yang akan rilis besok,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan informasi Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) di kisaran 4,25 - 4,50 persen dalam pertemuan yang berakhir hari ini.

Namun, proyeksi ekonomi terbaru dari para pejabat The Fed akan menjadi sorotan utama mengingat risiko resesi meningkat akibat kebijakan perdagangan yang agresif.

Saat ini, sentimen pasar menunjukkan kekhawatiran bahwa tarif impor AS dapat memperburuk inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi yang berpotensi mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Pasar juga mencermati pernyataan The Fed terkait potensi pemangkasan suku bunga di semester kedua tahun ini.

“Pelemahan rupiah lebih dikarenakan pelaku pasar menghindari aset-aset berisiko seperti rupiah dan menempatkan pada emas dikarenakan meningkatnya risiko resesi perekonomian AS, dampak dari kebijakan tarif Presiden Trump,” ungkap Rully.

Adapun sentimen dari domestik berasal dari isu pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani dan pertumbuhan ekonomi yang stagnan.

Pada Selasa BEI melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan pada pukul 11:19:31 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). Pembekuan perdagangan dipicu oleh penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai lebih dari 5 persen.

Menurut Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong, beberapa faktor yang menyebabkan penurunan tersebut ialah kekhawatiran investor terhadap pertumbuhan ekonomi, defisit anggaran, penurunan peringkat saham, hingga isu pengunduran Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Di samping itu, faktor lainnya adalah dolar AS yang masih kuat karena data manufaktur dan perumahan AS lebih kuat dari perkiraan. Tercatat, pembangunan perumahan AS naik 1,5 juta dari perkiraan 1,38 juta, izin perumahan 1,456 juta dari ekspektasi 1,450 juta, produksi industri naik 0,7 persen dari prediksi 0,2 persen, dan manufaktur naik 0,9 persen dari dugaan 0,3 persen.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini di Jakarta melemah sebesar 103 poin atau 0,63 persen menjadi Rp16.531 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.428 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga melemah ke level Rp16.528 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.432 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.