Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bos F1 Bahas Potensi Balapan Grand Prix di Thailand

📅 Rabu, 19 Mar 2025, 08:10 WIB | Oleh:
Bos F1 Bahas Potensi Balapan Grand Prix di Thailand Doc: AFP
Ket. Bos Formula 1, Stefano Domenicali, bertemu dengan Perdana Menteri Thailand pada hari Selasa (18/3) untuk membahas kemungkinan menggelar balapan Grand Prix di negara tersebut

BANGKOK - Bos Formula 1, Stefano Domenicali, bertemu dengan Perdana Menteri Thailand pada hari Selasa (18/3) untuk membahas kemungkinan menggelar balapan Grand Prix di negara tersebut.

Mantan kepala tim Ferrari asal Italia, yang baru saja memperpanjang kontraknya hingga 2029, ingin mengeksplorasi pasar baru seiring meningkatnya popularitas F1. Thailand pun menunjukkan minatnya untuk menjadi tuan rumah.

Sebagian besar dari 24 balapan dalam kalender F1 telah dipastikan untuk beberapa tahun ke depan, tetapi ada peluang bagi negara baru untuk masuk. Akhir pekan lalu, Domenicali menyebut Thailand sebagai kandidat potensial untuk bergabung dalam sirkuit balapan.

Setelah pertemuan tersebut, Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra mengumumkan bahwa Thailand akan melakukan studi kelayakan untuk menganalisis keuntungan dan tantangan dalam menjadi tuan rumah F1, termasuk biaya dan lokasi penyelenggaraan.

“Menjadi tuan rumah balapan bukan hanya soal prestise, tetapi juga peluang besar untuk mengembangkan infrastruktur perkotaan, menarik wisatawan dari seluruh dunia, serta mendorong pertumbuhan sektor industri dan jasa,” tulisnya di platform media sosial X.

Sirkuit Buriram di timur laut Thailand telah menjadi bagian tetap dalam kalender MotoGP dan bahkan menjadi tuan rumah balapan pembuka musim ini. Namun, hingga saat ini, Thailand belum pernah menyelenggarakan Grand Prix Formula 1.

Juru bicara pemerintah, Jirayu Houngsub, menyatakan bahwa Perdana Menteri telah menyampaikan kepada Domenicali bahwa Thailand akan bekerja sama dengan pihak F1 untuk mengeksplorasi kemungkinan penyelenggaraan balapan di negara tersebut.

Domenicali sebelumnya mengunjungi Bangkok pada bulan April tahun lalu untuk bertemu dengan Perdana Menteri saat itu, Srettha Thavisin, yang mengungkapkan visinya untuk membawa balapan ke ibu kota Thailand yang padat dan macet.

Pada saat itu, pejabat Thailand mempertimbangkan konsep sirkuit jalan raya di sekitar kawasan bersejarah Bangkok sebagai bagian dari inisiatif “soft power” untuk meningkatkan citra negara di kancah internasional.

Namun, Thailand bukan satu-satunya negara yang tertarik untuk masuk dalam kalender F1. Prancis dan Jerman, yang memiliki sejarah panjang dalam ajang ini, berupaya kembali menjadi tuan rumah, sementara Grand Prix Turki, yang terakhir kali digelar pada tahun 2021, juga dianggap sebagai kandidat kuat.

Saat ini, kawasan Asia-Pasifik menjadi tuan rumah bagi empat balapan F1—di Australia, Tiongkok, Jepang, dan Singapura. Sementara itu, Thailand sudah memiliki satu wakil di grid F1, yakni Alex Albon dari tim Williams, yang baru saja finis di posisi kelima di Melbourne.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.