Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asosiasi Minta Pemerintah Kaji Ulang Aturan Truk saat Lebaran

📅 Selasa, 18 Mar 2025, 23:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Asosiasi Minta Pemerintah Kaji Ulang Aturan Truk saat Lebaran Doc: Antara
Ket. Ketua Umum Aptrindo Gemilang Tarigan didampingi Ketua Asdeki Mustafa Kamal (kiri) saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (18/3).

Jakarta - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) bersama Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (Asdeki) meminta pemerintah mengkaji ulang pelarangan operasional truk dengan sumbu tiga selama masa Lebaran dari 24 Maret hingga 8 April 2025.

“Masa libur ini sangat panjang dan sangat berdampak bagi pengusaha truk, pengusaha kontainer, sopir, kernet hingga buruh pelabuhan,” kata Ketua Umum Aptrindo, Gemilang Tarigan di Jakarta, Selasa (18/3).

Menurut dia, pada tahun 2024 masa libur Lebaran hanya 10 hari, yakni lima hari sebelum Lebaran dan lima hari setelah Lebaran.

Sedangkan jumlah orang mudik di tahun ini diprediksi turun 24,6 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. "Harusnya libur tahun ini lebih sedikit dibanding tahun lalu," kata dia.

Ia mengaku dengan adanya kebijakan libur yang panjang ini membuat pengusaha angkutan truk merugi karena tidak ada pengangkutan kontainer dari depo maupun yang diantarkan ke depo.

Selain itu, aktivitas pelabuhan juga tidak ada karena tidak ada pengangkutan kontainer. Hal ini berdampak terhadap buruh di pelabuhan yang tidak memiliki pendapatan.

"Kami prediksi kerugian yang akibat kebijakan ini mencapai Rp1 triliun hingga Rp5 triliun," kata Gemilang.

Ia mengakui sebelum kebijakan ini dibuat pihaknya mengikuti rapat online tapi usulan mereka terkait lamanya masa libur tidak ditanggapi.

"Kami mengerti dengan perayaan Idul Fitri tapi ini menyangkut kepentingan yang lebih besar, yakni perekonomian bangsa,” kata dia.

Ketua Asdeki, Mustafa Kamal menambahkan, penghentian ini akan berdampak terhadap kapal yang datang dari luar negeri di Pelabuhan Tanjung Priok akan kosong.

"Kapal luar negeri akan pulang bawa kontainer yang mereka bawa, industri kurang bahan baku, produksi terhenti dan buruh tidak bekerja," kata dia.

Menurut dia, di Jakarta ini ada 53 perusahaan yang aktif di bisnis. Satu perusahaan setiap bulan rata-rata ada 7.000 hingga 8.000 kontainer yang masuk dan keluar masuk.

"Kami perkirakan ada 300 ribu pengangkutan kontainer yang terhambat," kata dia.

Selain itu, adanya libur ini membuat terjadinya penumpukan di pelabuhan dan tentu ini berdampak pada biaya penanganan di pelabuhan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.