Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Karantina Kepri Pastikan Kualitas Ikan Anggoli Diekspor ke Amerika

📅 Minggu, 16 Mar 2025, 21:47 WIB | Oleh:
Karantina Kepri Pastikan Kualitas Ikan Anggoli Diekspor ke Amerika Doc: ANTARA/Ogen
Ket. Petugas Karantina Kepulauan Riau (Kepri) memeriksa ikan anggoli segar yang diekspor ke Amerika Serikat melalui Satuan Pelayanan Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Minggu (16/3/2025).

Tanjungpinang, 16/3  - Karantina Kepulauan Riau (Kepri) memastikan kualitas ikan anggoli segar yang kembali diekspor ke Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat melalui Satuan Pelayanan Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

"Hari ini kami melepas ekspor 1.118,8 kilogram ikan Anggoli Segar menuju Amerika Serikat dengan nilai ekonomis mencapai Rp287 juta," kata PJ Satuan Pelayanan Bandara Raja Haji Fisabilillah Dwi Sulistiyono di Tanjungpinang, Minggu.

Anggoli adalah spesies ikan pari, ikan kakap milik keluarga Lutjanidae. Itu ditemukan di Samudra Hindia dan Pasifik, merupakan sebutan masyarakat Indonesia Timur terhadap ikan demersal yang memiliki nama latin Pristipomoides spp.

Dwi menyebut ekspor ini merupakan yang ketiga kali di tahun 2025 setelah pengiriman perdana pada 1 Maret 2025.

Menurutnya hal ini membuktikan bahwa produk perikanan Kepri memiliki kualitas kesehatan, mutu, dan keamanan pangan yang baik sehingga diminati di pasar Amerika.

Adapun jenis ikan yang di ekspor, meliputi fresh goldband snapper whole round sebanyak 49,4 kilogram, lalu fresh goldband snapper H&G sebanyak 970 kilogram, serta fresh grouper H&G sebanyak 99,4 kilogram.

Untuk memberikan jaminan kesehatan komoditas, petugas karantina melakukan pemeriksaan secara ketat seperti pemeriksaan fisik dan pemeriksaan klinis.

"Setelah semua proses tindakan karantina terpenuhi, Karantina akan menerbitkan sertifikat kesehatan," ujar Dwi.

Sementara, Kepala Karantina Kepri Herwintarti mengungkapkan bahwa pentingnya konsistensi dalam tindakan karantina sesuai dengan SOP dan pedoman Badan Karantina Indonesia.

"Sertifikat kesehatan menjadi jaminan kesehatan komoditas sehingga dapat diterima di negara tujuan serta mendorong hilirisasi komoditas asal Kepri yang berstandar internasional," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.