Pendidikan Jadi Prioritas Utama APBN demi Mencapai Kemakmuran
📅 Jumat, 14 Mar 2025, 01:00 WIB | Oleh: Eko S
Doc: ANTARA /Aditya Pradana Putra
Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pendidikan menjadi prioritas utama dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia.
Presiden dalam pidatonya saat peluncuran mekanisme baru penyaluran tunjangan guru ASN daerah secara langsung ke rekening penerima di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar, dan Menengah, (Kemendikdasmen), menyatakan bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun bangsa yang makmur dan sejahtera.
“Sesungguhnya, dalam pembangunan suatu bangsa, nation-building, satu-satunya jalan menuju keberhasilan suatu negara, keberhasilan suatu bangsa, pada dasarnya adalah pendidikan," ujarnya di Jakarta, Kamis (13/3).
Seperti dikutip dari Antara, Kepala Negara membandingkan kebijakan anggaran Indonesia dengan beberapa negara lain yang lebih mengutamakan sektor pertahanan, misalnya Amerika Serikat dan India menempatkan anggaran pertahanan di posisi tertinggi, karena faktor geopolitik dan keamanan.
"Banyak negara karena merasa terancam, karena masalah geopolitik, karena merasa persaingan keras dengan bangsa-bangsa lain, justru menempatkan pertahanan di posisi paling atas APBN-nya. Itu Amerika Serikat, India, pertahanan nomor 1," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam APBN, anggaran pembiayaan dan belanja nasional, pendidikan mendapatkan tempat yang teratas. Di banyak negara pendidikan tidak mendapatkan tempat yang teratas.
Hal menarik, kata Presiden, India sebagai negara dengan jumlah penduduk yang sangat banyak, menempatkan alokasi dana pertahanan pada posisi paling atas. Yang kedua, dalam APBN mereka adalah makanan bergizi untuk rakyatnya, baru pendidikan dan sebagainya.
Prabowo menegaskan bahwa pemerintah bertekad untuk memperbaiki sistem agar setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar bermanfaat bagi rakyat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Cetak SDM Unggul
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa pemerintah mengalokasikan 2 triliun rupiah untuk riset yang bersumber dari APBN, LPDP, serta kerja sama industri.
"Ini bukan sekadar pertemuan seremonial, tetapi tonggak penting dalam upaya bersama menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat inovasi dan pencetak SDM unggul. Kita ingin Indonesia sejajar dengan negara maju dan keluar dari jebakan pendapatan menengah," ujar Brian dalam sambutannya.
Selain dana riset, kata Brian, pemerintah juga berencana meningkatkan kualitas dosen dengan memperbanyak lulusan doktor.
Ia menyampaikan bahwa saat ini Indonesia memiliki 4.416 perguruan tinggi, yang terdiri atas 125 perguruan tinggi negeri, 2.812 perguruan tinggi swasta, 1.309 perguruan tinggi keagamaan, dan 170 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V.
Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah mahasiswa aktif di seluruh Indonesia mencapai 9,967 juta, dengan total 303.067 dosen yang mengajar di berbagai perguruan tinggi.
Dalam kesempatan itu, Brian juga menyampaikan komitmen pemerintah mengalokasikan gaji dan tunjangan senilai 18,7 triliun rupiah untuk 303 ribu lebih dosen di Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!