Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dosen Fakultas Peternakan UB Bangun Kandang Ayam Berbasis IoT

📅 Jumat, 14 Mar 2025, 15:25 WIB | Oleh:
Dosen Fakultas Peternakan UB Bangun Kandang Ayam Berbasis IoT Doc: Antara

Malang - Dosen Fakultas Peternakan Univeristas Brawijaya (UB), Danung Nur Adli Spt., MSc., MPt mengembangkan sistem kandang ayam terintegrasi dengan internet of things (IoT) dan mobile apps untuk meningkatkan potensi produktivitas ayam pedaging.

"Ini namanya layanan teknologi real time untuk ayam atau kalau disingkat Lentera. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas ayam pedaging," kata Danung di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat.

Danung menjelaskan awal mula inovasi itu lahir pada 2019, saat itu dia mulai merancang penggunaan teknologi pada kandang ayam tradisional dengan model terbuka.

1741939299_9076e4beef25bea45242.jpg

Hal ini juga didasari keinginan menghadirkan nilai ekonomis kepada pejantan anakan yang acap kali dipandang sebagai limbah.

"Kalau dulu yang jantan tidak tahu harus diapakan, daripada tidak termanfaatkan, akhirnya dipelihara untuk dijual menjadi ayam potong," ucapnya.

Lalu, pada 2024 rancangannya itu baru mendapatkan hibah pendanaan untuk kebutuhan pengembangan lanjutan dari Universitas Brawijaya.

Kandang ayam berbasis IoT rancangannya juga sebagai alternatif pembangunan kandang ayam modern yang dikenal memiliki teknologi canggih, seperti ada temptron atau alat pengatur suhu dan kelembapan udara.

Alat itu dikhususkan menjaga kestabilan suhu dan kelembapan udara pada kandang ayam bertipe tertutup atau close house. Tapi, biaya yang dibutuhkan terbilang tinggi, maka dia merancang inovasi ini.

Apalagi, masih banyak peternak yang memanfaatkan kandang tradisional bertipe terbuka untuk memelihara ayam. "Jadi, dia mikro kontrolernya, terus nanti ada probe yang terhubung sebagai sensor dan bekerjanya memanfaatkan modem untuk mentransmisikan data tentang suhu dan kelembapan," ujarnya.

Mekanisme tersebut memungkinkan setiap peternak mendapatkan data secara real time mengenai kondisi suhu dan kelembapan udara pada kandang ayamnya dengan estimasi dua sampai tiga menit sekali melalui ponsel. "Untuk aplikasinya kami masih mengembangkan, jadi masih sederhana," katanya.

Melalui data yang disajikan tersebut, peternak langsung mengambil suatu tindakan pemeliharaan. Misal, ketika suhu udara sedang panas, upayanya adalah bisa dengan memberikan suplai air minum maupun asupan nutrisi bagi ayam.

"Ayam kalau suhu udara tinggi makannya lebih sedikit, ini memerlukan keputusan cepat. Jika terlambat bisa mempengaruhi imunitas, sehingga berpotensi terkena penyakit, pertambahan selnya untuk bobot badannya juga turun," ucapnya.

Kandang rancangan Danung telah mendapatkan atensi dari Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid saat mengunjungi kampus tersebut beberapa waktu lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Antisipasi Banjir, Pemkot D...
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.