Waspadalah! Ini Tanda-tanda Awal Parkinson yang Perlu Diketahui
📅 Rabu, 12 Mar 2025, 13:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Ampelsa
JAKARTA - Angka kasus penyakit Parkinson diproyeksikan meningkat hingga 112 persen dari hampir 12 juta kasus pada 2021 menjadi 25,2 juta kasus pada 2050 menurut studi baru.
Para peneliti menggunakan data tren penyakit dari 195 negara dan memasukkan variabel yang mempengaruhi tingkat kasus untuk membuat proyeksi prevalensi penyakit Parkinson hingga tahun 2050 dalam studi yang hasilnya dipublikasikan di BMJ tersebut.
Menurut informasi yang disiarkan di laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia, penyakit Parkinson adalah kondisi otak yang menyebabkan masalah pada pergerakan, kesehatan mental, tidur, nyeri, dan masalah kesehatan lainnya.
Penyebab penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan dan meningkatkan kebutuhan perawatan ini belum diketahui.
Kendati demikian, orang dengan riwayat Parkinson dalam keluarga memiliki risiko lebih tinggi. Paparan polusi udara, pestisida, dan pelarut juga dapat meningkatkan risiko.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penyakit ini biasanya terjadi pada orang dewasa berusia lebih tua, tetapi orang yang lebih muda juga dapat mengalaminya.
Penyakit Parkinson belum ada obatnya, tetapi gejalanya bisa dikurangi dengan terapi dan obat-obatan.
Menurut siaran Health pada Selasa (11/3), gejala penyakit Parkinson biasanya muncul perlahan dan dapat bertahan lama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gejala-gejala penyakit Parkinson bisa sangat beragam. Namun, delapan gejala berikut dapat muncul pada tahap awal penyakit.
1. Kehilangan kemampuan mencium merupakan tanda awal umum penyakit Parkinson. Kebanyakan penderita penyakit ini mengalaminya.
2. Konstipasi merupakan gejala gastrointestinal akibat penyakit Parkinson yang paling dikenal luas menurut Parkinson's Foundation, dan sering kali bermula sebelum gejala motorik muncul.???????
3. Tremor terjadi pada 70 persen sampai 80 persen orang yang terserang penyakit Parkinson menurut James Beck, PhD, kepala staf ilmiah Parkinson's Foundation. Tremor yang khas terjadi saat istirahat dan mereda saat tidur. Gejala ini cenderung muncul di satu sisi, kemungkinan di tangan, tetapi juga dapat terjadi di bibir bawah, tungkai, atau rahang.
4. Gangguan tidur memang belum tentu merupakan indikasi penyakit Parkinson. Namun, gerakan tiba-tiba saat tidur dapat menjadi tanda spesifik penyakit ini.
5. Orang yang menderita penyakit Parkinson kadang mengalami perubahan pada tulisan tangan mereka, tulisannya bisa menjadi lebih kecil dan lebih berhimpitan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!