AS akan Lanjutkan Bantuan Militer ke Ukraina
📅 Rabu, 12 Mar 2025, 14:35 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: NHK
WASHINGTON DC - Pejabat Senior dari Amerika Serikat (AS) dan Ukraina bertemu di Arab Saudi pada Selasa (11/3). Kedua negara itu merilis pernyataan bersama yang menyatakan bahwa AS akan melanjutkan bantuan militer dan membagikan informasi intelijen. Ukraina mengatakan bersedia segera memberlakukan gencatan senjata 30 hari jika usulan tersebut diterima oleh Russia.
Pernyataan tersebut mengatakan AS dan Ukraina sepakat untuk mencapai kesepakatan "sesegera mungkin" yang akan membuka akses ke sumber daya alam Ukraina. Presiden AS Donald Trump mendorong kesepakatan itu.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan, "Sekarang, mudah-mudahan, kami akan menyampaikan tawaran ini kepada Russia. Dan kami berharap mereka akan mengatakan setuju, menyetujui bagi perdamaian. Sekarang keputusan ada di tangan mereka."
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengucapkan terima kasih kepada AS melalui unggahan di media sosial. Ia menulis bahwa Amerika memahami argumennya dan menerima usulannya.
Zelenskyy mendeskripsikan usulan gencatan senjata sebagai perkembangan yang positif. Ia mendesak AS untuk meyakinkan Presiden Russia, Vladimir Putin, agar menerimanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Trump berbicara kepada wartawan pada Selasa. Ia mengatakan, "Sekarang kita harus pergi ke Russia dan berharap Presiden Putin juga akan menyetujuinya. Dan kita bisa memulai rencana kesepakatan." NHK/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!