Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berkah Ramadan, Manisnya Rezeki, Pedagang Gula Aren Lebak Raup Cuan Besar

📅 Selasa, 11 Mar 2025, 14:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Berkah Ramadan, Manisnya Rezeki, Pedagang Gula Aren Lebak Raup Cuan Besar Doc: ANTARA/Mansyur
Ket. Omzet pedagang gula aren di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, naik hingga dua kali lipat selama Ramadhan 1446 Hijriah, karena permintaan konsumen meningkat.

LEBAK – Pedagang gula aren di Lebak Banten dapat berkah selama Ramadhan 2025 karena omzet pedagang naik hingga dua kali lipat selama Bulan Puasa 1446 Hijriah karena permintaan konsumen meningkat.

"Kami bersyukur selama Ramadhan permintaan konsumen cenderung meningkat tajam," kata Awa (47), pemilik Toko Najwa yang menjual aneka makanan tradisional di Jalan Sunan Bonang Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Selasa (11/3).

Selama awal puasa Ramadhan hingga kini permintaan gula aren meningkat, bahkan stok yang ada mulai menipis.

Kebanyakan konsumen itu dari luar daerah, sebab mereka memprediksi satu pekan ke depan dipastikan harga melonjak.

Saat ini, kata dia, harga gula aren di pasaran terjadi kenaikan dari sebelumnya Rp250 ribu per toros atau lima ikat gula aren, namun kini menjadi Rp300 ribu.

"Kami selama sepekan terakhir ini omzet pendapatan naik dua kali lipat yang biasanya Rp10 juta kini menjadi Rp20 juta per hari," kata Awa.

Menurut dia, selama ini, konsumen gula aren itu kebanyakan pelaku usaha untuk bahan pemanis aneka makanan untuk Lebaran.

Mereka pelaku usaha dari luar daerah, seperti Bandung, Cianjur, Tasikmalaya, Bogor dan Jakarta.

"Kami berharap perajin gula aren segera kembali memasok karena permintaan gula aren naik,"katanya menjelaskan.

Ujang (60), penampung gula aren di Pasar Rangkasbitung mengaku bahwa dirinya kewalahan melayani permintaan pasar menjelang Ramadhan dan banyak konsumen datang ke sini.

Sebab , produksi gula aren Kabupaten Lebak memiliki kelebihan yakni organik tanpa kimia, sebab pepohonan nira atau kaung tumbuh di pegunungan dan perbukitan.

Keunggulan gula aren itu pada bulan Ramadhan dijadikan bahan campuran pemanis aneka kerajinan makanan, di antaranya kolak, es jus hingga produksi dodol, bolu dan lainnya.

"Kami selama Ramadhan bisa menghasilkan omzet Rp20 juta dari sebelumnya Rp10 juta per hari," katanya menjelaskan.

Yanto (45), pedagang mengatakan pihaknya kini memenuhi langganan tetap perusahaan di Tangerang dan menjelang Ramadhan mencapai tiga sampai enam ton/pekan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.