Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PDAM Semarang Menargetkan Pelanggan Industri Mencapai 20 Persen

📅 Kamis, 06 Mar 2025, 21:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
PDAM Semarang Menargetkan Pelanggan Industri Mencapai 20 Persen Doc: ANTARA
Ket. Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang Yudi Indardo.

SEMARANG - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang menargetkan pelanggan layanan air bersih dari sektor industri ke depan bisa mencapai 18-20 persen, mengingat potensinya yang sangat besar.

Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Yudi Indardo, di Semarang, Kamis, menyebutkan bahwa pelanggan layanan air bersih PDAM dari kalangan industri masih kecil, yakni 11 persen.

"Sebenarnya ada kewenangan PDAM 30 persen ke industri. Nggak semua untuk pemukiman. Jadi tarif ada subsidi silang. Kami dorong pemakaian non-domestik jadi besar," katanya.

Diakuinya, selama ini kalangan pelaku industri di Kota Semarang masih cukup banyak yang menggunakan air bawah tanah.

Menurut dia, industri komersil selama ini memakai PDAM sifatnya hanya untuk cadangan saat air bawah tanah terdapat masalah.

Dengan harga yang kompetitif, ia berharap pelaku industri bisa beralih ke layanan air bersih PDAM, apalagi dengan adanya Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 7 Tahun 2025 tentang Kenaikan Nilai Perolehan Air Tanah.

"Dengan turunnya Pergub tersebut, industri yang pakai air tanah akan kena pajak air tanah relatif sama dengan pemakaian PDAM. Dulu murah pakai air tanah, sudah saatnya kawasan pesisir Jateng harus dijaga seperti itu supaya orang nggak eksplorasi tanahnya dengan masif," katanya.

Ia menyebutkan penurunan muka tanah di Kota Semarang saat ini sudah mencapai 10 meter per 10 tahun sehingga eksploitasi air bawah tanah akan sangat mengkhawatirkan.

Dengan pajak air tanah yang tinggi, kata dia, diharapkan industri bisa beralih ke layanan air bersih PDAM karena lebih terjaga secara kuantitas dan kualitas, serta lingkungan juga akan terjaga.

"Dengan adanya Pergub itu, dasarnya pengenaan pajak air tanah. Biasanya pajak air tanah sekitar 20 persen dikali nilai perolehan air (NPI). NPI naik lima kali lipat lebih. Kalau dikalikan sudah 'unda-undi' (selisih sedikit) dengan harga air PDAM," katanya.

Untuk perluasan pelayanan sektor industri, kata dia, PDAM telah siap dengan hadirnya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat yang memiliki kapasitas 1.000 liter per detik, dan saat ini masih dimanfaatkan 720 liter per detik.

Kemudian, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu memiliki cadangan 300 liter per detik dan IPA Kaligarang juga masih dapat melayani cukup banyak jangkauan, termasuk wilayah selatan masih ada kapasitas 500 liter per detik. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Rambut Tipis dan Mudah Lepek? Kini Ada Solusi dengan Formula Ultra Ringan
    Preview komentar:
    Keluhan BRI QLola
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
  • PM Pakistan Sebut Kesepakatan AS-Iran Berlaku “Segera” Setelah Kedua Pihak Menandatanganinya
    Preview komentar:
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
    Bagaimana cara menghubungi BRI QLola?
  • Pemkot Bandung Bongkar 174 Bangunan Liar di Jalan Terusan Pasirkoja
    Preview komentar:
    Parkir liar gimana nihhh dijalan kebon jati,, itu ...
Jakarta Fair 2026 Banjir Diskon Helm hingga 50 Persen, Ini Daftar Merek dan Promonya

Jakarta Fair 2026 Banjir Diskon Helm hingga 50 Persen, Ini Daftar Merek dan Promonya

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.