Bayern Termotivasi Singkirkan Leverkusen

Rabu, 05 Mar 2025, 06:57 WIB

BERLIN – Klub raksasa Jerman, Bayern Munich, merasa kesal dengan anggapan bahwa mereka adalah tim yang tidak diunggulkan dalam laga babak 16 besar Liga Champions melawan Bayer Leverkusen.

Bayern akan menjamu Leverkusen asuhan Xabi Alonso, tim juara bertahan Bundesliga, di Munich, Kamis (6/3) dini hari WIB, sebelum leg kedua digelar di Leverkusen pekan depan.

Ket. Foto: Pemain Bayern Munich, Michael Olise merayakan gol bersama rekan satu timnya pada pertandingan divisi pertama Bundesliga Jerman antara Bayern Munich melawan Eintracht Frankfurt di Munich, Jerman, beberapa waktu lalu. — Sumber: Alexandra BEIER / AFP

Dengan sejarah dan sumber daya yang jauh lebih besar dibanding klub-klub lain di Jerman, Bayern hampir selalu menjadi favorit saat menghadapi tim-tim domestik, terlepas dari venue maupun kompetisi.

Namun, para pengamat justru lebih menjagokan Leverkusen untuk lolos ke perempat final, sesuatu yang membuat kubu Bayern meradang, terlebih dengan final musim ini akan digelar di Munich.

Sejak tampil di final secara beruntun pada tahun 2012 dan 2013, Bayern hanya sekali gagal melewati babak 16 besar dalam 13 musim terakhir, yakni saat mereka disingkirkan oleh Liverpool asuhan Jürgen Klopp, yang kemudian menjadi juara.

Legenda klub sekaligus tokoh berpengaruh di Bayern, Karl-Heinz Rummenigge, yang bersama Uli Hoeness membangun Bayern menjadi kekuatan Eropa, ­menegaskan bahwa timnya merasa dire­meh­kan dan siap memberikan reaksi.

“Semua orang menjadikan Bayer Leverkusen sebagai favorit. Saya tahu tim kami dan itu membuat mereka marah,” ujar dia.

Sejak mengambil alih Leverkusen pada bulan Oktober 2022, Xabi Alonso belum pernah kalah dalam enam pertemuan melawan Bayern, dengan catatan tiga kemenangan dan tiga hasil imbang.

Sebagai pemain Bayern, Alonso juga memiliki catatan sempurna melawan Leverkusen, tak pernah kalah dalam enam pertandingan, catatan yang luar biasa baik sebagai pemain maupun pelatih.

Pada Desember lalu, Leverkusen menyingkirkan Bayern dari ajang DFB-Pokal (Piala Jerman) dengan kemenangan tipis 1-0 di Munich.

Dalam laga itu, kapten sekaligus kiper Bayern, Manuel Neuer, menerima kartu merah pertama dalam karier panjangnya setelah melakukan tekel keras ala rugby terhadap Jeremie Frimpong di luar ­kotak penalti. Benturan tersebut membuat Neuer mengalami patah tulang rusuk, menan­dakan betapa Leverkusen mampu membuat Bayern kehilangan keseimbang­an.

Dalam pertemuan terakhir kedua tim di Bundesliga Februari lalu, Bayern benar-benar dibuat tak ber­daya. Mereka gagal men­catatkan satu pun tembakan tepat ­sasaran, hanya kedua kalinya ­dalam sejarah Bundesliga ­sejak 1992.

Meski demikian, laga itu berakhir imbang tanpa gol, mempertahankan keunggulan delapan poin Bayern di puncak klasemen dan menjaga peluang merebut kembali gelar Bundesliga. Ini menunjukkan bahwa Bayern di bawah Vincent Kompany bisa bermain lebih pragmatis jika diperlukan.

Gelandang veteran Bayern, Thomas Müller, yang telah dua kali menjuarai Liga Champions, menanggapi label underdog yang diberikan kepada timnya dengan nada sindiran. ben/AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.