Bayern Termotivasi Singkirkan Leverkusen
Rabu, 05 Mar 2025, 06:57 WIBBERLIN â Klub raksasa Jerman, Bayern Munich, merasa kesal dengan anggapan bahwa mereka adalah tim yang tidak diunggulkan dalam laga babak 16 besar Liga Champions melawan Bayer Leverkusen.
Bayern akan menjamu Leverkusen asuhan Xabi Alonso, tim juara bertahan Bundesliga, di Munich, Kamis (6/3) dini hari WIB, sebelum leg kedua digelar di Leverkusen pekan depan.
Dengan sejarah dan sumber daya yang jauh lebih besar dibanding klub-klub lain di Jerman, Bayern hampir selalu menjadi favorit saat menghadapi tim-tim domestik, terlepas dari venue maupun kompetisi.
Namun, para pengamat justru lebih menjagokan Leverkusen untuk lolos ke perempat final, sesuatu yang membuat kubu Bayern meradang, terlebih dengan final musim ini akan digelar di Munich.
Sejak tampil di final secara beruntun pada tahun 2012 dan 2013, Bayern hanya sekali gagal melewati babak 16 besar dalam 13 musim terakhir, yakni saat mereka disingkirkan oleh Liverpool asuhan Jürgen Klopp, yang kemudian menjadi juara.
Legenda klub sekaligus tokoh berpengaruh di Bayern, Karl-Heinz Rummenigge, yang bersama Uli Hoeness membangun Bayern menjadi kekuatan Eropa, Âmenegaskan bahwa timnya merasa direÂmehÂkan dan siap memberikan reaksi.
âSemua orang menjadikan Bayer Leverkusen sebagai favorit. Saya tahu tim kami dan itu membuat mereka marah,â ujar dia.
Sejak mengambil alih Leverkusen pada bulan Oktober 2022, Xabi Alonso belum pernah kalah dalam enam pertemuan melawan Bayern, dengan catatan tiga kemenangan dan tiga hasil imbang.
Sebagai pemain Bayern, Alonso juga memiliki catatan sempurna melawan Leverkusen, tak pernah kalah dalam enam pertandingan, catatan yang luar biasa baik sebagai pemain maupun pelatih.
Pada Desember lalu, Leverkusen menyingkirkan Bayern dari ajang DFB-Pokal (Piala Jerman) dengan kemenangan tipis 1-0 di Munich.
Dalam laga itu, kapten sekaligus kiper Bayern, Manuel Neuer, menerima kartu merah pertama dalam karier panjangnya setelah melakukan tekel keras ala rugby terhadap Jeremie Frimpong di luar Âkotak penalti. Benturan tersebut membuat Neuer mengalami patah tulang rusuk, menanÂdakan betapa Leverkusen mampu membuat Bayern kehilangan keseimbangÂan.
Dalam pertemuan terakhir kedua tim di Bundesliga Februari lalu, Bayern benar-benar dibuat tak berÂdaya. Mereka gagal menÂcatatkan satu pun tembakan tepat Âsasaran, hanya kedua kalinya Âdalam sejarah Bundesliga Âsejak 1992.
Meski demikian, laga itu berakhir imbang tanpa gol, mempertahankan keunggulan delapan poin Bayern di puncak klasemen dan menjaga peluang merebut kembali gelar Bundesliga. Ini menunjukkan bahwa Bayern di bawah Vincent Kompany bisa bermain lebih pragmatis jika diperlukan.
Gelandang veteran Bayern, Thomas Müller, yang telah dua kali menjuarai Liga Champions, menanggapi label underdog yang diberikan kepada timnya dengan nada sindiran. ben/AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Arteta vs Luis Enrique: Sahabat Lama, Rival di Final Liga Champions
-
Polisi Sita 3,6 kg Ganja Saat Tangkap Pengedar di Tanah Abang
-
Final Liga Championa, Perkiraan Susunan Pemain Arsenal dan PSG
-
Tim-tim Besar Italia Absen di Liga Chamions, Termasuk AC Milan
-
Hasil Liga Champions: Arsenal ke final Liga Champions setelah singkirkan Atletico 1-0
-
Liga Champions, PSG Kontra Muenchen Hasilkan 9 Gol
-
Liga Champions, Gulung Muenchen, PSG Tantang Arsenal di Final, Berpeluang Juara Lagi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.