Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cara Baru untuk Menghentikan Kerutan dan Rambut Beruban Ditemukan

📅 Senin, 03 Mar 2025, 06:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cara Baru untuk Menghentikan Kerutan  dan Rambut Beruban Ditemukan Doc: afp/ ATTA KENARE

Hormon memengaruhi penuaan kulit jauh lebih banyak daripada yang diperkirakan sebelumnya. Senyawa kimia yang diproduksi oleh sistem endokrin yang terdiri dari beberapa kelenjar dalam tubuh ini memengaruhi kerutan, hilangnya pigmen, dan kesehatan kulit secara keseluruhan.

1740930049_2b9ba943a7890b45d181.jpg

Foto: afp/ Raul ARBOLEDA

Para peneliti telah mengidentifikasi pemain kunci, termasuk melatonin dan faktor pertumbuhan mirip insulin 1, yang dapat merevolusi perawatan anti-penuaan. Para ilmuwan mengungkap peran kuat hormon dalam penuaan kulit, mengungkap perawatan potensial baru untuk kerutan, rambut beruban, dan kesehatan kulit secara keseluruhan.

Sementara hormon anti-penuaan tradisional seperti retinoid dan estrogen telah banyak digunakan, penelitian baru menyoroti rentang hormon yang lebih luas yang memengaruhi struktur, pigmen, dan ketahanan kulit.

Hormon dan Potensi Anti-Penuaan

Hormon dapat memainkan peran kunci dalam mencegah dan mengobati tanda-tanda penuaan yang terlihat, seperti kerutan dan rambut beruban, menurut sebuah studi baru yang diterbitkan 25 Februari 2025 di Endocrine Reviews, jurnal Endocrine Society.

Hingga saat ini, hanya beberapa hormon yang telah digunakan secara luas dalam perawatan kulit anti-penuaan, terutama retinoid topikal seperti retinol dan tretinoin, serta estrogen, yang terutama diresepkan untuk mengelola gejala terkait menopause. Studi ini mengeksplorasi berbagai hormon yang lebih luas dengan potensi manfaat anti-penuaan.

Hormon Utama dalam Penuaan Kulit

“Makalah kami menyoroti hormon utama yang mengatur jalur penuaan kulit seperti degradasi jaringan ikat (yang menyebabkan kerutan), kelangsungan hidup sel induk, dan hilangnya pigmen (yang menyebabkan rambut beruban),” kata penulis utama Markus Böhm, M.D., dari Universitas Münster di Münster, Jerman.

1740930049_56e00a85cfa4a16ca629.jpg

Foto: afp/ ATTA KENARE

“Beberapa hormon yang kami pelajari memiliki sifat anti-penuaan dan dapat digunakan di masa mendatang sebagai agen untuk mencegah penuaan kulit,” ujar dia dikutip dari laman Scitech Daily.

Sebagai organ tubuh terbesar, kulit mengalami penuaan kronologis alami (penuaan intrinsik) dan penuaan yang disebabkan oleh faktor eksternal seperti paparan sinar matahari (penuaan ekstrinsik). Namun sebenarnya kulit bukan hanya target bagi berbagai hormon tetapi kulit itu sendiri merupakan tempat terbesar dan terkaya bagi produksi hormon selain kelenjar endokrin klasik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.