Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelaku “Home Industry” Bekasi Mendapat Pelatihan

📅 Selasa, 25 Feb 2025, 03:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pelaku “Home Industry” Bekasi Mendapat Pelatihan Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Pelatihan pengembangan sentra industri kecil dan menengah oleh Dinas Perindustrian Kabupaten Bekasi 2025 di Hotel Grand Cikarang.

BEKASI - Sektor industri industri kecil dan menengah Bekasi terus didorong agar berkembang maksimal lewat beragam kegiatan pelatihan untuk pelaku industri rumahan (home industry). Kegiatan pelatihan diselenggarakan Dinas Perindustrian Kabupaten Bekasi.

“Sasaran utama kegiatan pelatihan adalah pelaku home industry agar produk mereka semakin dikenal,” kata Kepala Disperin Kabupaten Bekasi, Kustanto, di Cikarang, Senin (24/2).

Dia menyatakan, pelatihan pengembangan produk bagi industri kecil dan menegah dilakukan sekaligus untuk menjawab tantangan dunia usaha era digital ini, dengan begitu, para pelaku usaha tidak tergerus perkembangan zaman. Sebaliknya, mereka mampu bertahan dan beradaptasi.

Menurut Kustanto, masih banyak pelaku usaha kecil Kabupaten Bekasi yang terkendala informasi mengenai arti penting pemasaran produk dengan memperhatikan sejumlah detil yang mampu meningkatkan nilai jual kreasi mereka.

“Pelatihan bagi pelaku industri rumahan mencakup cara mengenalkan rincian produk agar memiliki nilai jual tinggi. Kegiatan tersebut dilakukan secara bertahap,” katanya.

Sebaiknya Anda baca juga:

Kepala Bidang Perekonomian dan Pembangunan Disperin Kabupaten Bekasi, Anwar, menambahkan, pelatihan pengembangan sentra IKM melibatkan 50 peserta setiap sesi. Ini dikhususkan bagi pelaku industri rumahan yang ingin meningkatkan nilai tambah produk mereka.

Anwar menyatakan, salah satu fokus topik pelatihan tersebut adalah cara menentukan kemasan yang menetukan nilai jual produk di era digital. Selain fungsi utamanya sebagai pelindung, kemasan yang menarik juga dapat menjadi sarana branding yang ­membantu meningkatkan omzet.

Lebih jauh Anwar menjelaskan, banyak pelaku industri rumahan yang belum menyadari penting memiliki kemasan produk menarik. Sebab dari kemasan tersebut, produk mereka bisa menjangkau hingga ke luar daerah maupun go international.

Menurut Anwar, ada beberapa komponen utama yang wajib terstandardisasi dalam kemasan.

Contoh menyangkut merk dagang usaha itu sendiri, faktor keamanan kemasan, desain kemasan, serta labelisasi.

Salah satu peserta pelatihan Muhammad Iqbal (36) mengaku mendapatkan wawasan tambahan yang sangat positif untuk diimplementasikan ke dalam usahanya. Ini terutama menyangkut kemasan.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk menentukan strategi pemasaran ke depan. Ini termasuk menentukan atau memilih desain kemasan yang paling menarik untuk produk. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Megapolitan
Obat Keras Daftar G Sebanya...

Harga Cabai Rawit Rp61.450/Kg, Telur Ayam Rp31.800/Kg

26 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp61.450/...

Harga Telur di Tingkat Pengecer di Kabupaten Lebak Turun

32 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Telur di Tingkat Peng...

55 Kecamatan di Banten Krisis Air, Polda Kirim Bantuan

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
55 Kecamatan di Banten Kris...

4 Tempat Usaha Don Ritto Mulai Disisir Petugas Kejagung

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
4 Tempat Usaha Don Ritto Mu...

Warga Akan Lebih Sehat Bila Tinggal di Rumah yang Layak Huni

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Warga Akan Lebih Sehat Bila...

ASN Yang Segera Memasuki Masa Pensiun Perlu Persiapan

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
ASN Yang Segera Memasuki Ma...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.