Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prabowo: Tidak Ada yang Kebal Hukum di Era Prabowo-Gibran

📅 Sabtu, 15 Feb 2025, 01:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi

“Anggaran habis sampai minus tapi rakyat tetap miskin. Kita menarik utang untuk pemborosan, termasuk perampokan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan obligasi rekap,” katanya.

Debitur Kaya

Berkaitan dengan obligasi rekap yang membangkrutkan, Hardjuno mengatakan kontribusi surat utang untuk menalangi bank-bank dari kebangkrutan pada krisis moneter 1998 lalu itu terhadap utang saat ini sudah mencapai 7000 triliun rupiah.

“Negara rugi ribuan triliun tapi debitur BLBI malah lebih kaya dibanding sebelum krisis, lebih kaya ratusan bahkan hingga ribuan kali. Kilang Shell di Singapura dibeli grup Salim dan nanti minyaknya dijual ke Indonesia. Jadi kita membeli minyak dari debitur BLBI.

?Ini kejahatan berjamaah. Bagaimana kemenkeu tidak mau mengeksekusi hak tagih BLBI. Padahal, debitur BLBI itu menjaminkan dirinya (persoalan guarantee). Kenapa ini tidak dilaksanakan kalau bukankarena konspirasi. Pemerintah kalau mau cari anggaran, yang tadi itu,” kata Hardjuno.

Oleh karena itu, rakyat menunggu tekad Presiden Prabowo memerangi korupsi termasuk menghukum pelaku yang memagar laut sepanjang 30 km. Hal itu tidak mungkin terjadi tanpa keterlibatan pejabat tinggi. Prabowo harus membuktikan tidak ada yang kebal hukum termasuk para konglomerat yang melanggar aturan.

Dia pun menyarankan agar ?pemberantasan korupsi dimulai dari yang besar dulu, bukan yang kecil. KPK dinilai sudah punya bukti kejahatan BLBI tetapi ditutup-tutupi, mereka hanya memilih yang kecil yang ditebang.

“Mereka ada bukti kejahatan besar (BLBI) tetapi tidak ditangkap, Targetnya hanya operasi tangkap tangan (OTT).Padahal, kalau kejar OTT, sampai kapan pun tidak akan selesai, karena nilainya kecil,” katanya.

?Satu-satunya harapan ada di tangan Prabowo yang sudah menyampaikan bahwa tidak ada yang kebal hukum. Hal itu juga sudah disampaikan dalam forum internasional di Dubai kalau Indonesia di bawah pimpinanannya anti korupsi.

Prabowo diniali benar-benar paham penyakit utama Indonesia yang menghambat Indonesia tidak maju karena penyakit kronisnya yaitu korupsi dan kejahatan hukum. Perilaku tersebut sudah mendarah daging, bahkan sudah menembus ke sumsum.

“Kalau mau sembuh dan bangkit, Presiden harus mengambil alih penegakan hukum.Negara harus menindak tegas, sejak 1998 kita mundur dalam kepastian hukum. Kejahatan bertambah besar, utang negara di pada 1998 sebesar 60 miliar dollar AS, sekarang sudah hampir 5000 miliar dollar AS,” katanya.

Meskipun GDP per kapita Indonesia tercatat 4.300 dollar AS, tetapi masih banyak rakyat yang pendapatan per kapitanya di bawah 2 dollar AS atau masuk kategori miskin.

“GDP per kapita itu menyesatkan, ?GDP per kapita 4.300 dollar AS bukan hebat tapi karena populasi empat besar di dunia dan eksploitasi kekayaan alam. Apalagi, saat ini sawah subur malah diubah menjadi beton dan dijadikan Proyek Strategis Nasional (PSN),” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.