Riset Menunjukkan Depresi Mengintai Mahasiswa Doktoral
📅 Minggu, 09 Feb 2025, 16:30 WIB | Oleh: Tim PenulisPada dasarnya, menjalani studi S3 selama beberapa tahun merupakan kesempatan bagi para peneliti untuk mempelajari dan mengeksplorasi topik yang mereka minati. Program ini bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan dan keahlian yang berguna bagi peradaban manusia, untuk kemudian disebarkan secara lebih luas.
Dukungan bagi kesejahteraan dan kesehatan mental mahasiswa S3 pun merupakan hal penting yang perlu terus kita diskusikan, renungkan, dan upayakan. Namun, upaya ini harus dilakukan dengan tetap mempertimbangkan bukti, data yang berimbang, serta menghindari penyebaran mitos yang tidak bermanfaat.
Penelitian kami menemukan bahwa persentase mahasiswa PhD yang meyakini rekan kampus mereka memiliki masalah mental maupun percaya bahwa gangguan mental selama studi S3 wajar terjadi, sedikit lebih banyak dari persentase mahasiswa yang benar-benar memenuhi kriteria diagnosis orang dengan masalah kesehatan mental secara umum. Artinya, keyakinan mahasiswa PhD yang kami temui sangat besar dalam menakar tingginya risiko masalah mental yang dihadapi rekan mereka.
Karena itu, kita perlu berhati-hati menyampaikan informasi mengenai risiko depresi di kalangan mahasiswa S3 agar tidak memperkeruh situasinya. Jika pesan yang disampaikan terlalu negatif dan tidak berimbang, kita mungkin turut andil memperkuat mitos bahwa semua mahasiswa S3 harus mengalami masalah kesehatan mental demi mendapatkan gelarnya—yang justru secara tidak langsung mendukung budaya akademis yang toksik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Cassie M Hazell, Lecturer in Social Sciences, University of Westminster
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!