Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Riset Menunjukkan Depresi Mengintai Mahasiswa Doktoral

📅 Minggu, 09 Feb 2025, 16:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

“Ada kepercayaan umum (di kalangan mahasiswa S3 Inggris) bahwa kamu harus menderita demi gelar doktor. Jika kamu tidak merasa cemas ataupun menderita impostor sydrome (gangguan psikologis berupa perasaan tidak pantas atas kesuksesan yang diperoleh), maka proses yang kamu lakukan tidak ‘benar’”.

Faktor risiko depresi mahasiswa S3

Kami coba mengeksplorasi faktor risiko potensial yang dapat mengganggu kesehatan mental mahasiswa PhD, di antaranya:

1. Ketidakamanan finansial

Ketidakamanan finansial merupakan salah satu faktor risiko yang dapat mengganggu kesehatan mental mahasiswa S3. Pasalnya, tidak semua peneliti menerima dana untuk membiayai kuliah maupun kebutuhan pribadi mereka. Ditambah lagi, setelah menyelesaikan gelar doktor, tidak ada jaminan bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan.

Meskipun jumlah orang yang mengejar gelar doktor meningkat, ini tidak diimbangi dengan jumlah doktor yang memperoleh pekerjaan.

2. Konflik dengan dosen pembimbing

Faktor risiko lainnya adalah konflik antara mahasiswa S3 dengan dosen pembimbing akademis. Seorang mahasiswa PhD yang berkontribusi dalam penelitian ini memberikan analogi menarik dengan mengibaratkan pembimbing akademis sebagai “pedang” yang dapat kamu gunakan untuk mengalahkan “monster PhD”.

Jika senjata yang kamu gunakan tidak efektif, maka akan sulit—atau bahkan mustahil—mengalahkan monster tersebut. Konflik dengan pembimbing akademis bisa muncul dalam beragam bentuk, seperti dosen sulit ditemui, terlalu kritis, atau bahkan kurang ahli.

3. Masalah pribadi

Masalah pribadi mahasiswa S3, seperti kurang melakukan hobi ataupun tidak punya hubungan romantis bisa menjadi faktor yang meningkatkan risiko depresi saat tengah menyelesaikan studi.

Kami juga menemukan bahwa kesehatan mental yang buruk di kalangan mahasiswa S3 berkaitan dengan tingkat perfeksionis yang tinggi,  impostor sydrome (gangguan psikologis berupa perasaan tidak pantas atas kesuksesan yang diperoleh), serta perasaan terisolasi.

Sikapi secara berimbang

Di luar risiko depresi yang mungkin dialami mahasiswa S3, studi doktoral tidak melulu menyeramkan. Ada banyak mahasiswa S3 yang merasa proses belajar dalam meraih gelar doktor menyenangkan dan memuaskan. Ada banyak pula contoh lingkungan penelitian yang kooperatif dan mendukung proses akademis mahasiswa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.