Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ormas Kerap Bikin Investor Tak Nyaman, Aparat Tak Boleh Lemah

📅 Jumat, 07 Feb 2025, 11:42 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ormas Kerap Bikin Investor Tak Nyaman, Aparat Tak Boleh Lemah Doc: istimewa
Ket. Pengamat Kebijakan Publik Fitra, Badiul Hadi menegaskan, pemerintah memang gencar mencari investasi, tetapi keamanan dan kenyamanan sering kurang diperhatikan, sehingga banyak investor yang membatalkan investasinya

JAKARTA-Pengamat Kebijakan Publik Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Badiul Hadi menyoroti keluhan pelaku usaha terkait ormas (organisasi kemasyarakatan) yang kerap membuat investor tidak nyaman berinvestasi di Indonesia.

Ulah ormas ini menambah kompleksnya masalah investasi di Indonesia. "Lemahnya penegakan hukum dapat menimbulkan ketidakpastian dalam dunia usaha dan merusak iklim investasi,"tegasnya Jumat (7/2)

 Badiul menegaskan, kendala investasi di Indonesia memang banyak, termasuk penegakan hukum yang tidak optimal. Dan ini akan selalu menjadi persoalan dimana mana sehinga pekerjaan rumah (PR) pemerintah adalah memastikan keamanan investasi dari berbagai aspek.

Pemerintah ujarnya, sedang kencang berusaha menarik investor masuk ke Indonesia dengan membangun kawasan Industri di daerah daerah, salah satu tujuannya adalah pemerataan pembangunan dan kesejahteraan. "Tetapi, keamanan dan kenyamanan sering tidak begitu mendapat perhatian, sehingga yang ada investor membatalkan investasinya,"ujarnya

Koordiansi dengan pemerintah daerah (Pemda) harus diperkuat untuk meminimalisir paraktik praktik yang justru akan merugikan daerah dan masyarakatnya karena perginya investor.

Dia pun mengatakan, pelibatan masyarakat termasuk organisasi kemasyarakatan di sekitar kawasan Industri menjadi penting untuk memastikan bahwa masyarakat juga bagian dari penerima manfaat atas investasi. Sehingga keamanan dan kenyamanan perlu dijaga bersama sama

Terutama pelibatan dalam proses perencanaan pembangunan kawasan Industri agar tidak ada yang dirugikan.

Diketahui, Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia menyatakan mengalami kerugian hingga ratusan triliun rupiah akibat investasi yang batal dan keluar dari kawasan industri dampak dari premanisme organisasi kemasyarakatan (ormas).

 "Kalau dihitung semuanya, 'ngitungnya bukan cuma yang keluar, tapi yang nggak jadi masuk juga. Itu bisa ratusan T (triliun rupiah)," kata Ketua Umum HKI Sanny Iskandar, ditemui usai dialog optimalisasi kawasan industri, di Jakarta, Kamis (6/2).

Menurutnya, ormas tersebut menyebabkan gangguan keamanan, karena masuk ke kawasan industri untuk melakukan demonstrasi. Sanny menyebut, biasanya ormas tersebut meminta diikutsertakan dalam proses pembangunan ataupun aktivitas pabrik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.