Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polemik Pagar Laut, DPR akan Panggil KKP

📅 Kamis, 06 Feb 2025, 10:52 WIB | Oleh:
Polemik Pagar Laut, DPR akan Panggil KKP Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Sebanyak 600 personel dari jajaran TNI AL beserta nelayan membongkar pagar laut di perairan tersebut pada Sabtu (18/1/2025).

JAKARTA - Komisi IV DPR RI akan memanggil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk membahas kelanjutan investigasi terkait pagar laut di Tangerang, Banten. Pertemuan dijadwalkan pekan depan.

"Kami baru akan bertemu lagi minggu depan," ujar Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (4/2).

Dalam keterangan yang disiarkan laman resmi DPR RI, Politisi Partai Gerindra itu mengungkapkan bahwa sejak rapat terakhir Komisi IV dengan KKP pada 23 Januari 2025, belum banyak informasi tambahan yang diperoleh. 

Ia masih akan mempertanyakan sejumlah hal yang belum terjawab dalam pertemuan sebelumnya. 

"Saya sudah menanyakan siapa sebenarnya pemilik pagar laut itu. Nanti, dalam pertemuan berikutnya, kami akan menanyakan kembali. Sebab kami menunggu, rakyat juga menunggu," tegasnya.

Diketahui, pagar laut sepanjang 30,16 kilometer membentang dari Desa Muncung di bagian barat Tangerang hingga Tanjung Burung di timur kabupaten tersebut. Lokasinya tidak jauh dari proyek Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.

Jajaran TNI Angkatan Laut (AL) berhasil membongkar pagar laut sepanjang 22,5 km dengan rincian 18,2 km di Tanjung Pasir dan 4,3 km di Kronjo, Tangerang, Banten pada Rabu, 5 Februari 2025.

Berdasarkan siaran pers resmi TNI AL pada Kamis (6/2), pembongkaran tersebut merupakan hasil kerja TNI AL dan beberapa kementerian dan lembaga terkait sejak 18 Januari 2025 lalu.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama I Made Wira Hady mengatakan, pihaknya mengerahkan 219 personel terdiri dari personel Pasmar 1, Lantamal III, dan Koarmada I yang didukung dengan alutsista seperti satu Kapal Patroli Keamanan Laut (Patkamla), 10 perahu karet (PK), satu RBB (Ranger Boat), serta satu RHIB (Rigid-Hull Inflatable Boat).

Tak hanya personel TNI AL, sejumlah nelayan juga terlibat dalam pembongkaran pagar laut tersebut.

"Ada 40 orang nelayan setempat juga turun serta membantu proses pembongkaran pagar laut ini dengan menggunakan 8 kapal nelayan," kata Wira.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Advertisement
Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.