Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pendanaan CPP Berbunga Murah Bantu Penyerapan Produksi Petani

📅 Kamis, 06 Feb 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Pendanaan CPP Berbunga Murah Bantu Penyerapan Produksi Petani Doc: antara
Ket. Pengamat ekonomi STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko - Ketahanan pangan harus menjadi prioritas utama.

JAKARTA - Permintaan Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk meminta tingkat diskonto atau discounted rate ke Kementerian Keuangan untuk pendanaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) mendapat dukungan dari berbagai pihak. Pengamat ekonomi STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko mengatakan kebijakan itu penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengurangi kebergantungan pada impor.

 Menurut Aditya, pendanaan yang murah akan membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas cadangan pangan dan memastikan pasokan yang mencukupi di dalam negeri. “Ketahanan pangan harus menjadi prioritas utama. Salah satu ukuran keberhasilannya adalah menekan impor dan memastikan kesejahteraan petani meningkat, yang tecermin pada kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP),” kata Aditya.

Kebijakan pendanaan murah jelasnya bukan hanya sekadar urusan fiskal, tetapi juga berdampak langsung pada sektor pertanian dan kesejahteraan petani. Dengan adanya CPP yang kuat, petani dapat merasa lebih aman karena pemerintah mampu menyerap hasil produksi dalam negeri dengan harga yang lebih baik.

Hal itu akan berdampak positif pada kenaikan NTP, yang mencerminkan daya beli dan kesejahteraan petani. “Kalau kita masih terus bergantung pada impor, kita tidak bisa berbicara soal kedaulatan pangan. Yang perlu kita dorong adalah mekanisme pendanaan yang mampu memperkuat produksi pangan nasional,” lanjut Aditya.

 Pendanaan berbunga rendah tambahnya memungkinkan Pemerintah lebih fleksibel mengelola stok pangan tanpa harus membebani APBN secara berlebihan. Selain itu, petani lokal akan mendapatkan manfaat dari harga jual yang lebih stabil dan lebih tinggi dibandingkan jika pasar dibanjiri dengan impor pangan.

 “Hal yang terpenting adalah memastikan dana itu benar-benar digunakan untuk kepentingan petani dan produksi pangan dalam negeri. Jika ini berjalan dengan baik, maka kesejahteraan petani meningkat dan impor dapat ditekan,” tegasnya.

Jaminan Kredit

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan pendanaan yang diperlukan untuk penyelenggaraan CPP bersumber pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, dan/atau sumber pendanaan lain yang sah dan tidak mengikat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 Dalam rangka pelaksanaan pinjaman untuk keperluan penyelenggaraan CPP, Pemerintah dapat memberikan jaminan kredit dan/atau subsidi bunga kepada Perum BULOG dan/ atau BUMN Pangan. Kemudian dalam rangka menjaga kesinambungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun berjalan, menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan dapat menugaskan Badan Usaha Penjaminan untuk memberikan jaminan kredit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Mendag Tegaskan HET Minyakita Tetap Rp15.700 Per Liter

37 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Nasional
Mendag Tegaskan HET Minyaki...
Ekonomi
Pertamina Tegaskan Harga BB...
Nasional
Kepala Bapanas: Penyerapan ...
  • Pemkot Bandung Bongkar 174 Bangunan Liar di Jalan Terusan Pasirkoja
    Preview komentar:
    Parkir liar gimana nihhh dijalan kebon jati,, itu ...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.