Belum Genap 100 Hari, Menteri Berikut Terkena “Reshuffel”
Kamis, 06 Feb 2025, 15:57 WIBJAKARTA â Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani yang juga Ketua MPR mengaku belum mengetahui kapan dan siapa menteri Kabinet Merah Putih (KMP) yang akan dievaluasi presiden dan berpeluang untuk dicopot (reshuffle).
"Kapan reshuffle? Kami terus terang belum tahu. Apalagi orang yang di-reshuffle, saya lebih enggak tahu," kata Muzani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis.
Muzani menekankan bahwa perombakan susunan kabinet menjadi hak prerogatif yang sepenuhnya dikantongi presiden sebagai kepala negara.
"Hak sepenuhnya presiden selaku kepala pemerintahan untuk menilai para pembantunya. Kapan mengangkat dan mencopot menteri, haknya" ujarnya. Meski demikian, Muzani mengatakan bahwa partainya akan mendukung penuh keputusan diambil presiden sekiranya hendak melakukan reshuffle.
Dia berharap kader Gerindra yang duduk dalam Kabinet Merah Putih mampu berkinerja baik dalam mendukung program-program Astacita yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo.
"Kami berharap menteri membantu sepenuhnya dengan ketulusan, dengan kerelaan untuk mencapai Astacita seperti yang dijanjikan dalam kampanye-kampanye beliau," ujarnya, dikutip antara.
Sebelumnya, Ketua Harian DPP Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengaku mendengar bahwa ada menteri yang masih kurang seirama dalam melaksanakan kinerjanya.
"Nah, memang saya ada dengar keluhan sedikit tentang masih ada yang kemudian kurang seirama. Nah, apakah itu yang dimaksud, nanti kita akan lihat seperti apa," kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis.
Lalu siapa yang bakal diganti? Menteri yang bakal diganti sudah disebut dengan jelas oleh presiden pada hari Rabu (5/2). Ketika itu, presiden menyebut bahwa menteri-menteridan kepala lembaga yang bekerja tidak benar akan segera diganti.
"Rakyat menuntut Pemerintah yang bersih dan benar, yang bekerja dengan benar. Jadi, saya ingin tegakkan itu. Kepentingan hanya untuk bangsa, rakyat, tidak ada kepentingan lain, yang tidak mau bekerja benar-benar untuk rakyat, ya saya akan singkirkan," tandas Presiden . Dia mengatakan ini saat menjawab pertanyaan wartawan terkait kemungkinan reshuffle KMP selepas puncak peringatan Harlah Ke-102 NU di Jakarta.
"Kami tidak akan ragu-ragu bertindak. 100 hari pertama ya. Saya sudah beri istilahnya peringatan berkali-kali. Sekarang, siapa yang bandel, ndablek, tidak mau ikut dengan aliran besar tuntutan rakyat yaitu pemerintah yang bersih, akan saya tindak" tutur Presiden.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
RUU Perampasan Aset Harus Lindungi Hak Masyarakat
-
Harga Emas di Pegadaian pada Minggu Pagi: UBS dan Galeri24 Stabil, sedangkan Antam Naik Tipis
-
Kontroversi Kasus YTR Memanas! Hotman Paris Serang Pernyataan Komnas Perempuan, Minta DPR dan Presiden Bertindak
-
Indonesia Open 2026 Berakhir Pahit bagi Tuan Rumah
-
Samsat Bekasi Beri Hadiah Warga yang Taat Bayar Pajak
-
Sapi kurban bantuan Presiden di Bandung Barat
-
BPBD Situbondo Manfaatkan Truk Tangki PDAM-PMI Distribusi Air Bersih
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.